Saat ini dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, ada baiknya kembali mengenali lebih dalam gejala yang dirasakan tubuh saat terpapar corona. Seorang profesor kesehatan asal Inggris bahkan menyebut gejala pilek sudah memungkinkan seseorang terpapar Covid-19.
Adalah Profesor Tim Spector, pendiri Covid Zoe Symptom Tracker App yang memperingatkan semua orang kalua merasa lelah dan sakit tenggorokan bisa jadi tanda-tanda awal penyakit tersebut.
"Gejala untuk Covid dan pilek hampir sama kecuali dengan Covid pada umumnya, lebih lelah dan sakit tenggorokan, jadi yang terbaik adalah menganggap itu Covid," ujar Prof Spector, dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (3/8/2022) hari ini. "Ada dua kali lebih banyak kasus Covid daripada flu biasa dan rasionya tidak pernah setinggi ini. Semoga saja gelombang ini akan segera berakhir," imbuhnya.
Para ahli diaplikasi tersebut mengungkapkan 58 persen orang dengan virus corona mengalami sakit tenggorokan, sementara 47 persen sakit kepala. Data terbaru menunjukkan sekitar 43 persen orang akan menderita batuk, 41 persen hidung tersumbat dan 39 persen pilek.
Diperkirakan 3,2 juta orang mengidap virus tersebut pada pekan menjelang 20 Juli, dibandingkan dengan 3,8 juta pada pekan sebelumnya. Namun, petugas medis di Inggris telah memperingatkan masih banyak potensi penyakit di sekitarnya.
"Kami sekarang melihat penurunan tingkat kasus Covid-19 dan rawat inap. Meskipun ini menggembirakan, Covid-19 belum hilang dan kami benar-benar ingin melihat penurunan lebih lanjut dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,” ujar Dr Gayatri Amirthalingam, Wakil Direktur Program Kesehatan Masyarakat dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris.
"Orang berusia 75 tahun ke atas tetap berada pada risiko khusus penyakit parah jika mereka tidak up to date dengan vaksinasi mereka. Kami mendesak siapa pun yang tidak up to date dengan vaksinasi mereka untuk segera vaksin demi memberikan perlindungan terbaik kepada diri mereka sendiri,” paparnya.
Pekan ini terungkap di Inggris masyarakatnya sebenarnya sedang berjuang melawan tiga jenis penyakit imbas long Covid dimana sekitar dua juta orang di Inggris saat ini hidup dengan kondisi tersebut. Mereka berurusan dengan berbagai gejala, mulai dari disfungsi seksual hingga halusinasi dan bahkan rambut rontok.
Para ahli dari King's College London (KCL) kini telah menemukan orang cenderung jatuh ke dalam salah satu dari tiga kelompok yang terpisah. Itu termasuk gejala neurologis, gejala pernapasan dan kelompok yang lebih luas yang terdiri dari jantung berdebar-debar, nyeri dan nyeri otot juga perubahan pada kulit dan rambut mereka.
Pekan lalu peneliti mengungkap adanya kemungkinan tambahan 48 efek samping yang kurang dikenal yang dapat dialami pasien Long Covid.
Sementara itu, penelitian telah menunjukkan bahwa satu dari 20 orang yang tertular Covid dapat secara permanen kehilangan indera penciuman atau perasa mereka.
Berikut adalah 20 gejala Covid teratas berdasarkan data dari aplikasi Zoe Symptom Tracker dan persentase orang yang pernah mengalaminya
- Sakit tenggorokan (58 persen)
- Sakit kepala (47 persen)
- Batuk tanpa dahak (43 persen)
- Hidung tersumbat (41 persen)
- Pilek (39 persen)
- Batuk dengan dahak (38 persen)
- Suara serak (37 persen)
- Bersin (31 persen)
- Kelelahan (31 persen)
- Nyeri dan nyeri otot (25 persen)
- Kepala pusing (19 persen)
- Kelenjar leher bengkak (15 persen)
- Bau yang berubah (14 persen)
- Demam (13 persen)
- Sakit mata (13 persen)
- Nyeri dada sesak (12 persen)
- Kehilangan penciuman (12 persen)
- Sesak napas (11 persen)
- Hot flushes (11 persen)
- Menggigil (11 persen)
Editor: Aspian Nur