"Kadang-kadang kami memanggilnya Boris karena rambutnya tidak bisa disisir, tidak peduli apa yang kami lakukan padanya, rambutnya tidak akan pernah turun,” ujar Charlotte.
"Kami sudah mencoba segala macam cara seperti mengeringkannya, mengkondisikannya, tetapi pada akhirnya kami tahu itu adalah kondisi yang tak bisa diubah," imbuhnya.
Kondisi rambut Layla juga dikenal sebagai rambut kaca pintal, biasanya membaik dari waktu ke waktu terutama saat remaja dengan penyebab yang tidak diketahui oleh para ilmuwan.
Para ilmuwan percaya hanya 100 orang yang telah didiagnosis di seluruh dunia mengalami Uncombable Hair Syndrome, ini yang kemungkinan disebabkan oleh mutasi pada gen yang terlibat dalam pembentukan batang rambut.
Layla sudah didiagnosis mengalami kondisi tersebut pekan lalu. Uncombable Hair Syndrome pertama kali diidentifikasi pada tahun 1973.
Saat ini Layla tinggal bersama ibu dan bapaknya Kevin dan saudara laki-laki Freddie di Great Blakenham, Suffolk.
"Kami sering jalan ke toko-toko dan orang-orang berhenti saat melihat Layla dan berkata mereka seperti melihat Boris Johnson. Itu sangat lucu, kami berpikir dia memang terlihat seperti Boris dan saya pikir Layla sangat menyukainya,” jelas Charlotte lagi.
“Dia suka bermain dengan rambutnya, tetapi dia harus terbiasa dengan anak-anak lain yang datang ke taman bermain untuk mengacak-acak rambutnya," sebutnya.
Editor: Aspian Nur