Para peneliti Kesehatan itu memperingatkan bagaimana bersepeda bisa membuat seorang pria menghancurkan “bagian pribadi” mereka karena mungkin ada hubungan antara mati rasa di daerah tersebut juga gangguan disfungsi ereksi.
Karena itulah para ilmuwan kesehatan meminta para pengendara sepeda untuk berdiri di atas pedal setiap sepuluh menit sekali demi menghindari masalah di kamar tidur dengan pasangan alias istri.
Setelah meninjau 22 studi tentang bagaimana pria dapat menghindari nyeri saat duduk di sadel, mereka telah menjelaskan solusi terbaik, diantaranya menggunakan kursi sepeda tanpa hidung atau tanpa bagian depan yang sempit untuk mengarahkan tekanan dari area genital.
Ulasan oleh Wroclaw Medical University di Polandia yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine mencatat penyebab umum mati rasa genital pada pengendara sepeda pria karena teknik berkendara yang buruk dan jenis sepeda yang salah.
“Kerusakan saraf dari tekanan bersepeda dapat menyebabkan hilangnya sensasi dan masalah dengan ereksi dan bersepeda terkait dengan infertilitas meski lebih banyak penelitian diperlukan,” jelas Dr Ippokratis Sarris, seorang konsultan dalam kedokteran reproduksi dan direktur King's Fertility dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (5/7/2022) hari ini.
Kamil Litwinowicz, penulis utama dari Wroclaw Medical University, menambahkan, bbanyak pria berjuang dengan ketidaknyamanan ketika mengendarai sepeda dan ada kekhawatiran ini dapat menyebabkan masalah seksual.
"Namun ada juga bukti kuat tidak banyak bergerak terkait dengan disfungsi ereksi, sehingga bersepeda sebagai bentuk aktivitas dapat mengurangi risiko itu,” sebutnya.
"Kami tidak ingin pria berhenti bersepeda, melainkan melihat hal-hal seperti berdiri di atas pedal atau menggunakan sadel yang berbeda,” imbuhnya.
Tahun lalu sebuah tinjauan ilmiah dari enam penelitian menemukan pengendara sepeda pria memiliki dua kali kemungkinan menderita disfungsi ereksi ketika memperhitungkan usia dan penyakit yang berpotensi terkait.
Kursi sepeda dapat memberi tekanan pada saraf dan untuk sementara memperlambat aliran darah, menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada alat kelamin dan akhirnya terjadi disfungsi ereksi.
Namun, meskipun satu penelitian menemukan 91 persen pengendara sepeda pria menderita mati rasa di bagian pribadi mereka, bukti disfungsi ereksi bercampur, dengan beberapa penelitian menemukan itu tidak terkait dengan bersepeda.
Ulasan baru melihat berbagai desain sadel, sepeda, celana pendek dan setang untuk bukti tentang bagaimana hal itu bisa mempengaruhi area genital pria. Para peneliti menemukan pelana tanpa hidung mengurangi tekanan pada area tersebut.
Satu studi terhadap polisi yang mengendarai sepeda dimana mereka diberi pelana tanpa hidung selama enam bulan menemukan 82 persen melaporkan kurangnya mati rasa setelahnya, dibandingkan dengan hanya 27 persen sebelumnya.
Polisi juga melaporkan pengurangan gejala disfungsi ereksi, meskipun pelana tanpa hidung dapat membuat mengendarai sepeda lebih tidak stabil. Tinjauan tersebut melihat bukti dari enam penelitian pada pria yang duduk di sepeda, menemukan fakta hal itu bisa mengurangi aliran darah ke penis dan tekanan darah di dalamnya.
Berdiri dikaitkan dengan aliran darah dan tekanan yang lebih tinggi, mendorong para ilmuwan untuk mendukung saran umum bagi pengendara sepeda pria agar berdiri di atas pedal setiap 10 menit sebagai upaya mencegah terjadinya mati rasa tersebut.
Editor: Aspian Nur