Ternyata strip kecil warna hitam di pipi kanannya adalah plester medis, yang dianggap dapat membantu mengatasi penyakit sinusitis di hidung dan membantunya bernapas dengan lebih baik.
Petenis berusia 40 tahun itu diketahui menderita sinusitis berulang yang selain menyumbat saluran udara juga dapat menyebabkan sakit kepala, tekanan dan nyeri di wajah.
Perdana Menteri Boris Johnson juga disebut menderita penyakit yang sama dengan Serena dan menjalani operasi untuk membersihkan sinusnya pekan lalu.
Serena Williams juga terlihat mengenakan pita kinesiologi atau K-tape, ketika ia mencapai babak semifinal ganda putri pada turnamen Wimbledon yang berlangsung di Eastbourne Inggris sejak awal bulan ini.
Bahan fleksibel super tipis itu biasanya digunakan untuk membantu pemulihan otot dan meningkatkan jangkauan gerak pada persendian.
K-Tape sudah menjadi perlengkapan olahraga yang ada dimana-mana untuk olahragawan dunia yang merawat cedera dihampir setiap cabang olahraga, mulai dari dari Cristiano Ronaldo di sepakbola hingga Tiger Woods di golf.
Rasa tegang pada kulit yang dibuat kain yang ditarik ke atas itu seharusnya meningkatkan sirkulasi pori-pori tubuh yang memang manfaatnya untuk itu.
Meskipun sebenarnya telah ada sejak tahun 1970-an, penelitian nyatanya gagal menunjukkan apakah K-Tape menimbulkan efek plasebo alias gejala membaik.
Meskipun bukti terbatas, atlet ski Olimpiade mulai mengenakan selotip di wajah mereka pada pertandingan musim dingin di Beijing, China Februari 2022 lalu untuk melindungi mereka dari rasa dingin.
Gulungan pita K-Tape sepanjang 16 kaki biasanya berharga antara £3 dan £5 atau Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.
KT Tape, perusahaan yang membuat karet sintetis itu sebelumnya telah memperingatkan agar para atlet tidak memakainya di wajah mereka karena belum pernah diuji dengan cara ini.
Dengan sedikit penyembuhan jangka panjang untuk sinusitis, Williams diperkirakan menggunakan plester dengan harapan akan membuka saluran hidungnya untuk meningkatkan aliran udara dan mengurangi rasa sakit atau ketegangan akibat sinus yang tersumbat dimana petenis berusia 40 tahun itu sudah menderita sinus selama lebih dari satu dekade.
“Saya penderita sinus. Bermain tenis atau melakukan apa saja setiap hari tidak mudah ketika memiliki penyakit ini,” ujar Serena pada tahun 2007 silam dalam sebuah wawancara.
“Penderita sinus akan merasakan banyak tekanan dan rasa sakit, itu tidak mudah bagi seorang olahragawan seperti saya,” imbuhnya.
Sinus adalah ruang kosong kecil di belakang tulang pipi dan dahi yang terhubung ke bagian dalam hidung, membuat lendir tipis yang mengalir keluar dari saluran hidung, menjaganya tetap bersih dan bebas dari bakteri.
Sinusitis adalah pembengkakan pada sinus, biasanya disebabkan oleh pilek atau flu yang menyebar dari saluran udara bagian atas.
Biasanya penyakit ini hilang dengan sendirinya dalam waktu tiga minggu, tetapi sejumlah kecil orang menderita infeksi berulang. Ketika semprotan hidung dan antibiotik tidak berhasil, satu-satunya pilihan lain adalah operasi.
Pencarian Google untuk pita kinesiologi dan hubungannya dengan sinusitis menampilkan lusinan tutorial tentang cara menempelkan pita ke hidung atau wajah untuk menghilangkan tekanan. Namun tren tersebut belum didukung oleh Greg Venner, kepala eksekutif KT Tape yang berbasis di AS.
Dia ditanya tentang penggunaan plester wajah setelah sejumlah pemain ski digambarkan mengenakan strip di pipi mereka di Olimpiade Musim Dingin untuk melindungi dari angin dingin Beijing. “KT Tape tidak mendukung penggunaan pita kinesiologi di wajah karena tidak diuji secara klinis,” ujar Venner mengatakan kepada USA Today Kamis (30/6/2022) hari ini.
“Dan perekat yang bekerja sangat baik untuk menjaga selotip di tempatnya untuk memberikan dukungan otot dan sendi yang tahan lama bisa sedikit lebih sulit untuk dihilangkan dari kulit halus di wajah. Namun, kami tentu saja memuji kreativitasnya,” ucap Venner.
Editor: Aspian Nur