Hal ini dilakukan karena para ahli dan industri menganggap kafein sebagai ancaman bagi anak-anak. “Minuman energi mengandung rata-rata tingkat kafein yang sama dengan dua gelas espresso," ujar mereka.
"Anak-anak yang minum minuman berenergi pada lima hari atau lebih per minggu kemungkinan besar terganggu psikologis, fisik dan pendidikan mereka ke tingkat yang rendah, seperti sakit kepala, masalah tidur, penggunaan alkohol, merokok, lekas marah dan tidak mau sekolah," ungkap mereka lagi.
Karena itulah pemerintah Wales ingin mengeksplorasi langkah-langkah untuk memastikan mereka dapat melindungi kesehatan anak-anak di negara tersebut.
Larangan serupa juga akan dilakukan di Inggris. Tetapi di Wales para ahli kemudian ditanya haruskah larangan itu diperluas untuk mempertimbangkan minuman lain yang biasanya tinggi kafein seperti teh dan kopi. Para kritikus mengecam itu sebagai omong kosong dan sama sekali tidak bisa diterapkan.
“Melarang penjualan teh dan kopi kepada anak-anak akan menjadi perpanjangan logis dari kebijakan tidak ilmiah ini,” ujar Christopher Snowdon, Kepala Ekonomi Gaya Hidup di lembaga think tank pasar bebas Institute of Economic Affairs dikutip dari laman Thesun.co.uk Jumat (24/6/2022) hari ini.
“Sekaleng minuman berenergi tidak memiliki lebih banyak kafein daripada secangkir kopi instan, politisi harus menjelaskan mengapa yang satu terlalu berbahaya untuk anak berusia lima belas tahun tetapi yang lain baik-baik saja dan saya ingin melihat mereka mencoba," tegasnya.
Editor: Aspian Nur