Para dokter menjelaskan, pria itu datang ke ruang gawat darurat di Pusat Rumah Sakit BronxCare sambil kesakitan dan sudah merasakan kondisi itu sejak tiga hari terakhir.
Kondisi itu dipicu memburuknya kondisi penis, skrotum, daerah selangkangan dan kaki kanan. Si pria menyuntik kokain obat kelas A ke dalam vena dorsal penis, yang membentang sepanjang batang penis.
Kepada dokter pria itu mengaku telah menyuntikkan kokain ke dalam pembuluh daerah di bagian punggung setidaknya dua kali dalam dua pecan terakhir meskipun tanpa masalah yang jelas.
Pria itu juga mengaku memiliki sejarah panjang penggunaan obat intravena, terapi memasukan cairan ke dalam tubuh dan karena tempat menyuntik di tubuh sudah habis dan rusak, dia memutuskan beralih ke satu-satunya tempat yang tersisa yaitu penisnya.
Setelah pemeriksaan, petugas medis menemukan pembengkakan, bisul, keputihan serius yang berbau busuk dan nekrosis, istilah medis untuk jaringan yang membusuk.
Pria tak dikenal itu memiliki riwayat penggunaan narkoba yang signifikan tetapi tidak ada penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) ditemukan di penisnya tersebut.
Dokter dengan cepat memberinya antibiotik golongan IV dan kondisinya membaik secara perlahan karena pria itu menolak untuk di operasi memotong jaringan mati dari penisnya, yang menerima perawatan luka standar.
Setelah menghabiskan lima hari dengan antibiotik, pria itu diberi pil selama 10 hari. "Kondisi klinisnya membaik, tetapi dia menolak untuk menjalani perawatan rehabilitasi narkoba dan memilih pulang,” ujar seorang sumber di rumah sakit.
Tidak jelas seberapa baik pria itu pulih dari derita yang dialaminya. Kokain sendiri adalah obat paling berbahaya, kata petugas medis dalam American Journal of Case Reports.
Meskipun biasanya dihirup sebagai bubuk, kokain juga dapat dioleskan ke gusi atau dilarutkan dalam air dan disuntikkan langsung ke pembuluh darah.
Mekanisme di balik bagaimana kokain bisa membuat daging pasien menjadi busuk tidak jelas.
Tetapi para dokter mencatat sekitar 80 persen kokain yang disita di AS memperlihatkan ada levamisol, obat cacing parasit untuk hewan, di dalamnya.
Sekitar dua pertiga kokain yang diselundupkan ke Inggris mengandung bahan kimia tersebut.
Dalam kasus yang sangat jarang, kokain dengan levamisol dapat menyebabkan kulit membusuk. Pengguna telah melihat bagian wajah, anggota badan, alat kelamin dan perut mereka menghitam dan mati.
Sayangnya, petugas medis New York tidak dapat menguji levamisol pada pasien mereka. “Kasus kami menyoroti pentingnya mengambil riwayat menyeluruh dari pengguna narkoba, karena mereka berisiko menyuntikkan narkoba ke tempat yang tidak biasa, seperti vena penis dorsal,” kata mereka.
“Penting bagi dokter untuk menasihati aktif pengguna narkoba mengenai kemungkinan komplikasi narkoba suntik di tempat suntikan yang tidak lazim dan berbahaya,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur