Dokter spesialis kulit atau dermatologis asal Inggris, Dr Eva Melegh, mengungkapkan beberapa alasan mengapa mencuci muka justru jadi sesuatu yang buruk bagi kesehatan wajah. Yang pertama adalah mencuci wajah tidak membantu membersihkan saat kulit wajah berminyak.
Orang dengan jerawat menghasilkan zat berminyak yang dihasilkan oleh kelenjar minyak di kulit atau sebum yang lebih tinggi, dimana wajah memiliki zat berminyak dan berlilin yang melapisi dan melembabkan kulit dan sebenarnya sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit.
"Mencuci wajah lebih sering dengan deterjen dan pelarut bisa menghilangkan minyak alami dari permukaan kulit, membuatnya lebih kering dan seringkali menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sebum untuk mengimbanginya,” kata Dr Melegh dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (29/3/2022) hari ini.
"Pembersihan wajah menggunakan non-komedogenik diikuti dengan pengelupasan lembut setiap 1-2 hari lebih baik daripada mencuci setiap hari dengan pencuci wajah yang bertujuan untuk melarutkan lemak," ungkapnya.
Yang kedua adalah tidak menghentikan bintik-bintik di wajah. Sebum berlebih bukanlah penyebab jerawat, jadi mencuci muka setiap hari tidak akan mengatasi akar masalahnya. Masalah sebenarnya adalah oksidasi sebum saat berada di dekat permukaan kulit.
Saat bercampur dengan udara dan bakteri, terjadi penyumbatan dan peradangan yang pada gilirannya memicu bintik-bintik. Jadi tidak perlu menghentikan oksidasi sebum dengan cara mencuci wajah setiap hari.
"Jika sebum dibiarkan mengalir dengan bebas dan tidak terus-menerus dibersihkan, hasil akhirnya adalah secara bertahap tubuh akan mengatur dirinya sendiri dan mulai memproduksi lebih sedikit sebum,” sebut Dr Melegh.
Alasan mencuci wajah sebaiknya tidak dilakukan adalah bisa membuat kulit merah lebih buruk. Jika seseorang menderita rosacea dan sensitif, mencuci muka dengan air justru dapat memperburuk kondisi. Air mengandung klorin dan jika memiliki kulit yang sangat sensitif yang rentan terhadap rosacea, ini dapat memicu flare kulit.
"Tetapi yang sama pentingnya adalah perbedaan suhu menggunakan air hangat atau dingin untuk mencuci wajah juga dapat memicu rosacea skin flare karena pelebaran pembuluh darah sel darah di bawah permukaan kulit.
Mencuci wajah bisa menghilangkan bakteri baik adalah alasan keempat karena bisa membuat kulit kering bahkan lebih kering. Bakteri baik yang melindungi dan mempertahankan penghalang kulit, membuat bakteri jahat keluar dan juga mengunci kelembapan dan mencegah kekeringan.
"Penghalang kulit sangat penting untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit. Orang yang rentan terhadap eksim sering memiliki fungsi penghalang kulit yang dikompromikan secara genetik,” sebut Dr Melegh.
"Jadi membunuh bakteri kulit baik yang membantu memperbaiki penghalang kulit yang rusak atau terganggu hanya akan memperburuk keadaan di wajah,” ucapnya lagi.
Mencuci muka setiap hari juga bisa membuat pori-pori wajah terbuka. "Pori-pori kulit yang terbuka dan komedo dapat disebabkan baik oleh genetika tetapi juga oleh kurangnya elastisitas dan produksi kolagen di kulit,” ungkap Dr Melegh.
"Menghilangkan minyak esensial kulit melalui mencuci wajah setiap hari dapat membuat kulit kurang elastis dan membuat pori-pori lebih terbuka," imbuhnya.
Saran dari Dr Melegh, mencuci muka bisa dilakukan setiap dua atau tiga hari sekali kalau seseorang memiliki kulit normal tapi boleh satu hingga dua hari jika memiliki kulit berminyak karena bisa membersihkan pori-pori wajah tetapi tetap membuat kulit lembab.
Editor: Aspian Nur