"Bibir sumbing bisa menghambat tumbuh kembang anak dan bisa memunculkan stunting," Katanya.
Operasi dilaksanakan 25 hingga 27 Maret 2022 yang di Rumah Sakit Abdul Moeis Samarinda, Jalan HAM. Riffadin.
Bakti Sosial paripurna ini akan berlangsung sampai Desember 2022, sehingga Deasy menghimbau kepada masyarakat untuk membantu mengumpulkan bayi yang lahir dalam keadaan memiliki celah bibir.
"Untuk yang lain mohon bantu kami untuk menjaring pasien di seluruh Kalimantan Timur," imbuhnya.
Pasien yang akan dilakukan operasi sebanyak 20 orang dari seluruh Kalimantan Timur. Sebanyak 20 petugas kesehatan juga akan dikerahkan dalam operasi tersebut di antara dokter anak, dokter gigi anak, dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter spikolog dan dokter anastesi.
Sementara itu, Ketua Basnaz Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nab'an mengatakan kegiatan ini terlaksana sebagai upaya memberikan bantuan dan pelayanan terhadap anak kelainan fisik, bentuk penyaluran zakat juga dilakukan demi mewujudkan senyum baru untuk anak.
"Baznas Kaltim berupaya memberikan bantuan dan pelayanan terhadap kelainan fisik ini. Kami tergerak untuk mengadakan operasi ini demi mewujudkan senyum baru untuk anak-anak," kata Nab'an.
Pembiayaan yg diberikan oleh Baznas Kaltim selain biaya operasinya, juga diberikan bantuan biaya transportasi dari daerah asal ke Samarinsa, akomodasi selama acara serta uang saku.
Ya, berharap tak ada lagi bayi yang lahir dalam keadaan memiliki celah bibir, Hadirnya Baznas sebagai Badan Amil Zakat yang terpercaya diharapkan mampu menjadi pionir dalam hal kemaslahatan umat.
"Kita berharap tidak ada lagi bayi-bayi di Kaltim yang lahir dalam keadaan ini, Baznas Kaltim siap menjadi pionir untuk mencegah dan membantu penyakit celah bibir," Sambungnya.
Diketahui, Program ini dilaksanakan oleh Baznas Kaltim dan pihak terkait secara berkelanjutan sampai dengan penderita kelainan ini sempurna secara fisik dan fungsi organ–organ tubuhnya berfungsi seperti layaknya manusia yang sempurna.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah