Sempat beredar kabar, membunyikan buku-buku jari dapat menyebabkan radang sendi. Namun pernyataan itu terbantahkan setelah seorang dokter mengatakan itu bukan radang sendi tetapi daya cengkeram tangan yang mulai tidak kuat.
Adalah Dr Karl Kruszelnicki, seorang dokter asal Inggris yang mem-posting ke TikTok dan mengatakan, meng-kretek-an buku-buku jari secara teratur bisa membuat seseorang harus berjuang dengan kekuatan lebih untuk mencengkeram dimasa mendatang.
Dr Karl mengatakan orang yang membunyikan buku-buku jarinya bisa kehilangan hingga 75 persen daya cengkeram, bahkan hanya untuk membuka stoples.
Dr Karl menyoroti penelitian terhadap 300 orang yang mengalami retak sendi di kedua tangan selama 35 tahun. "Mereka tidak memiliki kasus radang sendi tambahan tetapi mereka memiliki persendian yang sedikit bengkak dan bukan masalah besar. Kekuatan cengkeraman mereka sekitar seperempat dari yang seharusnya,” ungkap Dr Karl dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (8/3/2022) hari ini.
"Jadi tidak ada bukti kuat meretakkan buku-buku jari akan membuat radang sendi, hanya saja di kemudian hari bisa membuat seseorang kesulitan membuka toples,” ungkapnya.
Dr Karl juga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang membunyikan buku-buku tangan.
"Ketika Anda menarik atau menekuk jari untuk membunyikannya, itu membuat ruang sendi dimana ruang antara tulang lebih besar dan ini menyedot ligamen dan membuat gelembung gas muncul,” paparnya.
"Namun energi yang dilepaskan hanya sekitar tujuh persen dari yang Anda butuhkan untuk merusak tulang rawan," ungkapnya lagi.
Dr Karl juga menyoroti studi dokter lain yaitu Dr David Onger yang menyebut aka nada perubahan di jari tangan kalau terlalu sering membunyikannya.
Studi menunjukkan tidak ada perbedaan di tangan kiri atau kanan meskipun berulang kali meng-kretek-an buku-buku jari. Studi sebelumnya juga mempertanyakan apakah meretakkan buku-buku jari Anda dapat menyebabkan masalah atau tidak.
Sebuah penelitian di California pada tahun 2017 menemukan fakta orang yang mengklik buku-buku jari mereka memiliki tingkat fungsi fisik dan kelemahan ligamen yang sama persis dengan mereka yang tidak melakukan hal tersebut.
Editor: Aspian Nur