Ada alasan untuk menggunakan benang gigi yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan gigi Anda. "Anda tidak bisa sehat tanpa mulut yang sehat", kata Dr Burhenne dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (2/2/2022) hari ini.
Dr Burhenne menjelaskan, flossing dapat membantu mencegah tiga penyakit pembunuh seperti demensia, penyakit jantung dan pembekuan darah serta masalah seputar kesuburan.
"Menurut sebuah studi 2019, bakteri yang biasanya ada di mulut dapat melepaskan racun yang masuk ke otak, berkontribusi terhadap Alzheimer," ungkapnya.
Para ahli di Harvard Medical School mengatakan ada hubungan antara penyakit jantung dan kesehatan mulut yang baik.
Mereka menyatakan penelitian demi penelitian telah menunjukkan mereka yang memiliki kesehatan mulut yang buruk dan menderita masalah seperti penyakit gusi atau kehilangan gigi, seringkali memiliki tingkat serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi daripada orang yang memiliki kesehatan mulut yang baik.
"Penelitian telah menghubungkan penyakit periodontal (terutama jika karena infeksi bakteri yang disebut porphyromonas gingivalis) dan rheumatoid arthritis. Selain itu, sebuah studi 2018 menemukan hubungan antara bakteri yang sama dan risiko kanker pankreas," kata mereka.
Dr Burhenne juga menambahkan flossing dapat mengurangi peradangan dan protein reaksi-C dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dr Nigel Carter, kepala British Dental Foundation sebelumnya mengatakan, mulut dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh.
"Ini dapat memicu pelepasan sejumlah besar bahan kimia yang dikenal sebagai mediator, yang merupakan penyebab yang sama dari peradangan yang terkait dengan penyakit jantung," ujar Dr Carter kepada The Independent.
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2008 lalu oleh para ahli di University of Bristol juga menemukan fakta jika bakteri masuk ke aliran darah melalui gusi, maka mereka dapat bergabung dengan trombosit dalam darah untuk membuat gumpalan darah.
Jika ini mencapai jantung maka mereka dapat menyebabkan serangan jantung pada orang yang bugar dan sehat - alasan lain mengapa seseorang harus menggunakan benang gigi untuk menjaga bakteri di mulut seminimal mungkin.
Dr Burhenne mengatakan flossing juga dapat meningkatkan kesuburan dan mencegah kelahiran prematur. Pada tahun 2011, para ahli di Swedia menemukan data wanita yang memiliki penyakit gusi berjuang untuk hamil lebih dari mereka yang memiliki gusi yang sehat.
Makalah tersebut menemukan wanita dengan penyakit gusi membutuhkan waktu tujuh bulan untuk hamil, daripada lima bulan untuk wanita yang tidak memiliki penyakit gusi.
"Penyakit gusi mungkin menjadi satu dari beberapa faktor yang dapat dimodifikasi untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan," kata peneliti utama Profesor Roger Hart dari University of Western Australia.
Pada tahun 2019, sebuah penelitian juga diterbitkan dalam Journal of Clinical Periodontology, yang menemukan bahwa wanita yang memiliki kesehatan gusi yang buruk lebih mungkin untuk melahirkan secara prematur.
Para peneliti menemukan wanita yang memasuki persalinan lebih awal adalah 45 persen lebih mungkin untuk memiliki penyakit gusi dibandingkan wanita yang mengalami kehamilan sempurna 29 persen.
Dokter gigi terkemuka yang berbasis di London Pusat Dr Monik Vasant mendesak pasien untuk memprioritaskan rutinitas perawatan mulut mereka di rumah dan kembali ke dokter gigi untuk pemeriksaan perawatan mulut secara teratur.
Data dari Colgate menunjukkan setengah dari orang Inggris mengakui bahwa mereka belum pernah ke dokter gigi sejak sebelum pandemi. “Faktor sosial seputar pandemi seperti penguncian dan pekerjaan rumah telah menyebabkan penurunan kesehatan mulut banyak orang,” kata Colgate.
“Orang-orang tidak menyadari tidak menyikat gigi dua kali sehari, bahkan hanya selama dua minggu, dapat mengakibatkan penumpukan plak yang dapat berdampak jangka panjang dan kami melihat ini bermain dengan peningkatan pasien yang datang. dengan penyakit gusi dan kerusakan gigi,” sebut mereka.
Untuk kembali ke jalur kesehatan mulut ada acara sederhana yaitu;
- Sikat dua kali sehari selama 2 menit.
- Ganti sikat atau kepala sikat setiap tiga bulan.
- Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi.
- Gunakan pasta gigi berfluoride dengan bahan antibakteri
Editor: Aspian Nur