Tak hanya itu, resiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan kemungkinan kecerdasan rendah juga bisa jadi kondisi lain yang akan dialami anak yang ibunya menghisap ganja. Data didapatkan dari hasil penelitian terhadap 60 ribu ibu di Amerika Serikat, Kanada dan Jamaika yang dilakukan dalam 16 penelitian.
Peluang bayi baru lahir menjadi kecil untuk usia mereka naik 61 persen untuk pengguna ganja. Dan resiko lahir prematur naik 28 persen. Skor yang diberikan kepada bayi baru lahir yang menilai denyut nadi, pernapasan dan reaksi juga turun 26 persen,
“Wanita yang terpapar mariyuana selama kehamilan memiliki peningkatan resiko yang signifikan terhadap hasil neonatal atau masa sejak kelahiran bayi selama 29 minggu. Mengingat meningkatnya legalisasi dan penggunaan ganja di seluruh dunia, meningkatkan kesadaran dan mendidik pasien tentang hasil yang merugikan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan bayi baru lahir,” kata Dr Greg Marchand.
Diketahui, WHO atau badan kesehatan dunia menyatakan sekitar 20 persen stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.
Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Editor: Aspian Nur