Dilansir dari laman Thesun.co.uk Kamis (23/12/2021) hari ini, “si pembunuh diam-diam" ini berupa gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang dapat menyebabkan gangguan serius berujung pada kematian kalau tidak segera ditangani saat pertama kali menghirupnya.
Jika terhirup CO, gas tersebut dapat dengan cepat masuk ke aliran darah seseorang sehingga tidak mampu membawa oksigen yang merupakan kebutuhan utama manusia. Sel-sel dan jaringan tubuh kemudian mulai gagal berfungsi dan akhirnya membuat si penghirup CO meninggal dunia.
Meskipun keracunan dari CO dapat diobati, namun 10 dan 15 persen orang yang menghirupnya akan mengalami komplikasi penyakit jangka panjang.
Karbon monoksida dihasilkan ketika bahan bakar seperti gas, minyak, batu bara dan kayu tidak terbakar sepenuhnya. Asap rokok, pembakaran arang dan mesin mobil juga menghasilkan gas CO.
Resiko terkena dampak gas beracun ini bisa dirasakan mereka yang tinggal di karavan, perahu atau kapal juga rumah mobil.
Gejala yang dialami kalau seseorang menghirup karbon monoksida mirip dengan flu, meskipun tidak menyebabkan suhu tinggi. Dalam waktu dua jam setelah merasakannya, orang dewasa bisa kehilangan keseimbangan, penglihatan, dan memori dan akhirnya pingsan.
Jika Anda mengenali salah satu dari gejala ini, penting untuk segera pergi rumah sakit untuk pemeriksaan darurat.
Adapun gejala parah yang dialami mereka yang menghirup CO antara lain intoksikasi atau gangguan mental, vertigo dimana lingkungan seperti berputar, ataksia atau hilangnya koordinasi fisik yang disebabkan oleh kerusakan otak sistem saraf, sesak napas, nyeri dibagian yang mengarah ke serangan jantung, kejang atau kehilangan kesadaran yang dalam tahap ini, kematian bisa menyerang dalam hitungan menit.
Lalu bagaimana cara mengobati kalau seseorang menghirup karbon monoksida? Harus dibawak ke rumah sakit secepatnya dan dokter akan melakukan tes darah, untuk melihat apakah ada gas CO dalam tubuh dan jika menunjukkan tingkat 30 persen atau lebih, itu menunjukkan paparan yang parah. Keracunan karbon monoksida ringan tidak memerlukan perawatan medis, tetapi tetap penting untuk berobat atau memeriksa ke dokter.
Beberapa cara dokter mengobati keracunan karbon monoksida antara lain terapi oksigen, dimana dokter akan memberi 100 persen oksigen melalui masker yang ketat.
Udara normal hanya mengandung 21 persen oksigen, jadi ini akan memungkinkan tubuh untuk mengganti suplai dengan cepat dan membantu menghilangkan CO dari aliran darah.
Terapi oksigen hiperbarik, membanjiri tubuh dengan oksigen murni, membantunya mengatasi kekurangan udara.
Ini kadang-kadang digunakan dalam kasus di mana ada paparan yang luas dan kerusakan saraf tetapi diputuskan berdasarkan kasus per kasus.
Bagaimana gas CO terdeteksi? Karena gas karbon monoksida tidak terlihat, satu-satunya cara untuk mendeteksi kebocoran adalah dengan alarm CO.
Namun, hasil penelitian mengungkapkan orang Inggris mempertaruhkan nyawa mereka dengan menggunakan detektor yang salah yang bisa dipasang di rumah.
Editor: Aspian Nur