Dia kemudian duduk di kursi kayu sebelum menekuk kakinya ke samping. Wanita itu mengenakan kaus kaki kucing dan mampu menunjukkan bagian depan kaus kakinya kepada pengguna, sebagai bukti dirinya mampu menekuk kakinya hingga menghadapi ke depan.
Si wanita melakukan itu ke kedua kaki kanan dan kirinya. "Lihat kaus kaki kucing saya, keren sekali. Saya bisa menekuk kedua lutut saya ke belakang," ujarnya lagi.
Melihat hal tak lazim itu, seorang dokter yang juga sering memposting masalah kesehatan di TikTok, Dr Fayez Ajib, merasa terkejut dan menanggapinya dengan serius. "Apa yang terjadi dengan hipermobilitas sendi di TikTok? Berhenti melakukan itu," tegas dokter yang bertugas di Aventura Hospital and Medical Center, Florida, Amerika Serikat ini.
Hipermobilitas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan untuk menggerakkan sendi di luar jangkauan gerakan normal.
Ini adalah sindrom yang umum dan dapat hadir hanya dalam beberapa sendi atau bahkan bisa meluas ke sendi lainnya. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita dan sering terjadi pada anak-anak dan remaja.
Namun kemampuan itu akan berkurang seiring bertambahnya usia dan bagi sebagian orang bisa menjadi keuntungan. Orang dengan hipermobilitas biasanya memiliki rentang gerak ekstra, jadi ini bisa bermanfaat bagi profesi seperti atlet, pesenam dan penari.
Hipermobilitas membuat jaringan ikat lebih elastis dari yang seharusnya dan jaringan ikat inilah yang menyatukan tubuh. “Jika Anda terus-menerus melemahkannya maka anda berisiko cedera karena memberi tekanan pada tendon,” tegas Fayez yang kelahiran Lebanon ini.
Dengan mendorong melewati rentang fleksibilitas normal, kondisi yang dilakukan si wanita tadi dapat membuat trauma mikro berimbas pada dislokasi tulang kaki.
Aksi fleksibilitas ini bisa membuat tubuh sakit dan itu kemungkinan adalah Joint Hypermobility Syndrome atau Hypermobile EDS yang gejalanya antara lain sendi tak bisa bergerak, longgar atau tidak stabil yang mudah terkilir, nyeri, kelelahan ekstrim, kulit mudah memar, masalah pencernaan seperti mulas dan sembelit, pusing atau detak jantung meningkat setelah berdiri, masalah dengan organ dalam dan masalah dengan kontrol kandung kemih.
Editor: Aspian Nur