Tanggal 19 Agustus 2021 saat bangun pagi, pemuda berusia 19 tahun itu kehilangan kemampuan untuk berjalan karena mati rasa di bagian kakinya. Sang ibu yang diketahui bernama Clare Hackett mengira jika yang dialami anaknya karena syaraf terjepit.
“Kami telah bolak-balik ke dokter yang mengatakan itu mungkin otot yang terlalu banyak bekerja dan dokter meminta kami mengambil obat penghilang rasa sakit juga melakukan kompres menggunakan air panas dan dingin,” kata Clare, wanita berusia 47 tahun itu dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (9/11/2021) hari ini.
“Dia diberi fisioterapi yang sedikit membantu. Saya tahu tidak ada yang benar karena otot yang tertarik sembuh dalam beberapa minggu. Tapi kami tidak pernah menyangka akan menjadi seperti itu,” paparnya.
“Dia merasa kakinya sangat lemah, itu datang dengan sangat cepat di hari Senin. Hari Rabu tanggal 1 September dia lemas,” papar Clare lagi.
Dari Barnsley, Clare membawa Brandon ke A&E Hospital dan diputuskan Brandon harus menjalani pemindaian MRI keesokan paginya. “Padahal Brandon mengatakan tidak ingin pergi ke dokter, tinggal di rumah sakit atau menjalani MRI. Tapi dia tidak panik. Saya senang bisa membuatnya tetap mau menjalani pemeriksaan karena kalau itu tidak dilakukan dia bisa saja mengalami kelumpuhan,” paparnya.”
Hasil MRI mengungkapkan Brandon memiliki massa di tulang belakangnya dan harus dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Sheffield Northern untuk menjalani operasi darurat. Pada saat itu Brandon yang sedang belajar mengemudi dan akan memulai kursus pelatihan pribadi sudah kehilangan semua gerakan di kakinya.
“Setelah operasi, dokter mengatakan kalau Brandon diserang kanker, hal yang sama sekali tidak pernah kami pikirkan sama sekali karena tidak ada gejala sama sekali, selain punggungnya yang sakit," papar Clare.
Awalnya dokter mengira Brandon menderita kanker limfoma non-Hodgkin atau Hodgkin, dan keluarganya diberi tahu penyakit itu sangat dapat disembuhkan. "Tapi seminggu kemudian mereka mengatakan bukan itu penyakitnya dan kami kembali ke titik awal," kata Clare.
“Dokter tidak bisa memulai pengobatan kemo karena mereka tidak tahu kanker apa yang dialami Brandon,” jelasnya.
Spesialis tulang di Royal Orthopaedic Hospital Birmingham, Inggris, menyelidiki satu persen kemungkinan Brandon menderita sarkoma Ewing.
Diagnosis dikonfirmasi beberapa minggu yang lalu, menjadikan Brandon satu dari tidak lebih dari 100 kasus penderita sarkoma ewing per tahun di Inggris dan Irlandia. Kanker ewing dapat mempengaruhi tulang atau jaringan lunak di sekitarnya, paling sering tulang belakang, panggul, tulang rusuk dan kaki.
Gejala kanker, biasanya terlihat pada usia di bawah 30 tahun, dapat mencakup nyeri tulang, benjolan, suhu tinggi, kelelahan dan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Ketika kanker itu menyerang tulang belakang dapat menyebabkan kelumpuhan dan inkontinensia.
Operasi Brandon untuk mengangkat bagian tumor yang menekan saraf di tulang belakangnya berhasil dilakukan. Dia bisa mendapatkan cukup banyak gerakan di kakinya untuk berdiri menggunakan bantuan. Tetapi dokter spesialisnya mengatakan tumor itu tumbuh kembali karena agresif. “Setelah tiga atau lima minggu dia mulai kehilangan fungsi kakinya lagi,” kata Clare.
“Brandon tidak berjalan sejak awal September. Dia kehilangan banyak otot karena dia tidak menggunakan kakinya. Terkadang dia positif dan di lain waktu tidak. Berurusan dengan kanker adalah satu hal, tetapi berurusan dengan ketidakmampuan untuk menggunakan kakinya dan membutuhkan kursi roda adalah hal lain. Dia merasa sangat frustasi,” ungkap sang ibu.
Brandon sekarang telah dapat memulai kemoterapi untuk mengecilkan tumornya dan direncanakan untuk melakukannya setiap dua minggu di Rumah Sakit Elizabeth Birmingham yang memerlukan dua jam perjalanan dari rumahnya.
“Dia mulai kehilangan beberapa helai rambut karena kemoterapi dan obat-obatan steroid telah membuat wajahnya sedikit lebih gemuk. Tapi dia masih terlihat seperti Brandon. Saya melihatnya untuk pertama kalinya dalam tiga minggu pada hari ulang tahunnya yang ke-20, pada 7 Oktober dan saya diizinkan untuk tinggal bersamanya di rumah sakit selama dua malam,” jelasnya.
“Tidak ada yang ingin melihat anak mereka dalam situasi itu. Saya merasa sulit untuk tetap positif tetapi itu selalu ada di benak saya ketika saya bangun dan saya tidak bisa tidur nyenyak,” sebut Clare.
Clare mengatakan Brandon yang memiliki tujuh saudara kandung dengan sebagian dari mereka adalah saudara tiri, didiagnosis baru mengalami kanker tahap awal dan belum ada tanda penyakit itu telah menyebar di tubuhnya.
Keluarga, termasuk pacar Brandon, Paige telah menggalang dana untuk membuat adaptasi ramah kursi roda ke rumah ayahnya, di mana dia saat ini tinggal lebih dekat ke rumah sakit Birmingham dan men-share ke Instagram dan TikTok.
Editor: Aspian Nur