Dilansir dari laman Dailymail.co.uk mengutip dari CBS News Jumat (29/10/2021) hari ini, sebelum diserang Covid-19, Castro bekerja di tiga pekerjaan sekaligus untuk menghidupi keluarganya, nyatanya sekarang dirinya bahkan harus berjalan melintasi ruangan dengan nafas yang sangat pendek.
Sebuah studi baru menemukan fakta sejumlah besar orang yang selamat dari Covid-19 mengalami gangguan hidup seperti yang dialami Castro karena kondisi misterius yang disebut long Covid. Kesehatan Castro menurun dengan cepat dan dilarikan ke rumah sakit setelah terserang Covid-19.
Castro masuk dalam kelompok besar penyintas dengan kondisi yang disebut Covid panjang, dimana seseorang masih mengalami gejala virus berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, setelah pemulihan. Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang kondisi misterius tersebut, termasuk bagaimana cara mengobatinya, sejak lama Covid telah menyebabkan gangguan besar pada kehidupan jutaan orang Amerika.
Istri Castro mengatakan kepada CBS News keluarga mereka pada awalnya tidak menganggap virus itu terlalu serius, dan percaya itu tidak lebih dari flu musiman. Namun akhirnya mereka tahu Castro menderita kasus virus yang serius setelah dia terinfeksi.
"Petugas kesehatan dan perawat dan dokter semua di ICU, mereka adalah anugerah," kata AJ, putra Castro mengatakan kepada CBS News. "Mereka benar-benar menyelamatkan hidup ayahku," imbuhnya. Levi Cole, seorang perawat ICU yang merawat Castro, mengatakan si pasien berjuang hidup seperti “binatang” yang membuat dokter sempat pesimistis dengan usia Castro.
Meski sudah tinggal di rumah, namun kehidupan Castro dan keluarganya seolah terombang-ambing ke dalam ketidakpastian setelah pertarungan panjang melawan penyakit tersebut. Kini istri dan putri sulung Castro Mari, bertanggung jawab menghidupi keluarga. Castro menderita kerusakan parah pada ginjal dan paru-parunya dan kehabisan napas hanya dengan berjalan ke ruangan lain di rumahnya.
"Bahkan saat pergi ke kamar mandi dia terlihat sangat lelah dan kehabisan napas dan akan duduk dimana pun dia berada hanya untuk menarik napas lagi,” ungkapnya.
Sebuah studi yang diterbitkan Senin di American Journal of Physical and Rehabilitation Medicine menemukan setengah dari pasien rawat inap yang dipekerjakan penuh waktu ketika mereka tertular Covid tidak lagi bekerja penuh waktu setahun kemudian.
Studi yang dipimpin oleh tim dari Mount Sinai Health System di New York City menemukan fakta 82 persen pasien yang terkena Covid-19 merasa kelelahan, 67 persen melaporkan kabut otak, 60 persen mengalami sakit kepala, 59 persen mengalami gangguan tidur dan 54 persen pusing teratur hampir setahun.
"Dengan jutaan orang Amerika berisiko mengembangkan [Covid panjang] pada akhir pandemi, darurat kesehatan masyarakat jangka panjang kedua telah muncul," kata Dr David Putrino, direktur Inovasi Rehabilitasi untuk Gunung Sinai, dalam sebuah pernyataan.
“Sangat penting untuk memahami beban dari kondisi baru ini dan mengembangkan intervensi yang ditargetkan untuk membantu pasien berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari, serta kebijakan yang akan membantu mereka dengan disabilitas dan status pekerjaan mereka,” paparnya.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mendorong pasien Long Covid agar memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan cacat, meskipun pasien mengalami kesulitan membuktikan mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.
Editor: Aspian Nur