"Kami kan juga warga Kota Samarinda, jadi dari pada
sekedar mengeluh kami melakukan aksi bersih-bersih ini," ujar Taufik di
sela kegiatan.
Kehadiran mahasiswa kata Taufik, juga dalam rangka
menumbuhkan semangat dan kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan.
Selain itu,
menurutnya permasalahan sampah dan banjir bukan melulu tugas pemerintah, namun
juga tanggungjawab masyarakat. Dimana semakin banyak yang peduli, maka semakin
cepat pula penanganan banjir.
"Masalah sungai, sampah dan banjir ini menjadi problem
penting. Kami tentu berharap pada Pilkada Gubernur Kaltim, dan Bupati PPU akan
muncul pemimpin yang punya konsep dan komitmen yang jelas soal penanganan
banjir dan sampah, " paparnya.
Taufik mengapresiasi inisiasi yang di lakukan mahasiswa Universitas Mulawarman (unmul) yang tengah
menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sekretariat KPU Kaltim berani
peduli terhadap lingkungan.
"Ya KPU kan tugasnya ada di pemilihan umum, tapi hari
ini menunjukkan bahwa kami peduli, dan ini memang tanggungjawab kita
semua," tukas Taufik.
Ketua Kelompok 007 KKN Unmul dari Fisipol, Ryan Pratama
Putra menyebut sedianya
usulan dari mahasiswa untuk membuat program kerja bersama,
tidak hanya membersihkan SKM saja.
Setelah aksi tersebut, masih akan
ada aksi lanjutan yang lebih besar,
dengan melibatkan seluruh mahasiswa KKN
se-Kota Samarinda.
"Ini aksi pertama sebagai awal untuk mendorong. Kami ingin memberikan inspirasi kepada
masyarakat bahwa ketika banjir datang jangan hanya marah dan mengeluh. Tapi
juga melakukan upaya, salah satunya dengan tidak membuang sampah di
sungai," urainya.
Lebih lanjut, ia mengatakan aksi lanjutan akan dilakukan
dengan menyisir bantaran SKM dan mencari titik penyumbat, yang menjadi penyebab banjir. (rs)