Disdukcapil Bantah Isu Mobilisasi Warga
1 menit baca655 kali dibaca
Penajam – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membantah adanya isu mobilisasi warga dari luar daerah untuk memenangkan salah satu pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018 mendatang.
Kepala Disdukcapil Kabupaten PPU Suyanto ketika ditemui menyatakan isu yang beredar itu tidak benar. Pasalnya, warga yang pindah dan datang di setiap tahunnya jumlahnya seimbang.
“Tidak benar itu karena tidak ada lonjakan masyarakat luar daerah masuk ke PPU,” ungkap Suyanto ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (12/4) kemarin.
Suyanto membeberkan pada tahun 2017 lalu, angka penduduk pendatang ke Kabupaten PPU berjumlah 3.574 orang, sementara warga yang memilih pindah keluar daerah sebesar 3.832 orang. Sejak Januari hingga April 2018 masyarakat dari luar daerah yang masuk menjadi warga PPU sebesar 1.187 orang dan keluar 1.102 orang.
“Yang masuk angkanya seimbang aja dan itupun sebagaian warga kita yang masuk ini, usianya masih di bawah umur,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari 1.187 orang yang memilih menjadi warga Kabupaten PPU itu sebagian besar merupakan warga dari pulau Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. “Dari ketiga daerah itu persentase penduduk yang datang masing-masing 30 persen, sedangkan 10 persennya itu adalah orang yang di luar dari daerah itu,” kata Suyanto.
Suyanto juga menjelaskan, hingga April 2018, penduduk yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kurang lebih 4.413 penduduk. Pihaknya juga akan terus menfokuskan seluruh warga memiliki kartu identitas sebelum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PPU 2018.
“Jadi dari 4.413 itu sudah melakukan perekaman, tapi KTP-nya belum dicetak dan setelah penetapan DPT oleh KPU maka kami akan kembali fokus untuk melakukan pencetakan,” tutupnya. (wn1017)










