Untung saja aksinya SC yang tidak terkendali ini bisa diamankan warga sehingga tidak melukai orang lain.
Menurut keterangan sang Ibu, usai mengiris-iris tubuhnya SC langsung berlari keluar rumah. Dirinya dan suaminya sudah menahan namun tenaga SC lebih kuat sehingga kabur keluar rumah menuju di depan Bank Dhanarta. “Saya dan suami mau ngejar tapi ndak kuat. Bahkan saya sudah lepas sendal,” katanya, sembari menangis tersedu-sedu, saat ditemui di RS Amalia Bontang.
Dari keterangan pihak keluarga, SC diduga depresi lantaran hubungan asmaranya retak. “Sejak tiga hari ini memang tingkahnya berubah setelah putus cinta. Tapi tidak tahu penyebab sebenarnya melakukan semua ini,” ujarnya, sembari meminta wartawan media ini untuk tidak mengorankan namanya.
Padahal, lanjutnya, pada pagi harinya SC masih terlihat baik-baik saja. Pandangannya kosong, namun tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. “Padahal anaknya alim. Mungkin nggak kuat nahan depresinya. Dan kita tidak tahu masalahnya yang sebenarnya,” jelasnya.
Sementara itu, dari keterangan seorang warga yang saat itu melintas di depan Bank Dhanarta, Ia langsung meminta tolong kepada warga lain untuk mengejar SC. “Setelah dari Ahmad Yani, menuju Imam Bonjol. Dia berhasil ditahan warga di jalan Bulu Tangkis Perumahan Bontang Permai. Tadi itu sekitar jam 2 siang,” ujarnya.
Selanjutnya, warga sekitar pun melakukan pertolongan kepada korban dengan memberi sarung untuk menutupi tubuhnya. Menggunakan mobil pick up warga, SC segera dilarikan ke RS Amalia Bontang untuk mendapatkan penanganan.
Dari pantauan media ini, korban mengalami luka parah. Sejumlah irisan pisau terdapat di tubuhnya. Mulai dari kedua lengan, perut serta kedua kakinya. Atas irisan itu, darah pun menyelimuti badannya. Sampai berita diturunkan, SC masih berada di ruang IGD RS Amalia. (cil)