Rekson Sindir Pengelola PLTU Tanjung Batu
1 menit baca674 kali dibaca
TENGGARONG - Perusahaan yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) diminta untuk tidak menutup-nutupi jumlah TKA-nya dan melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrarsi (Disnakertrans) Kukar.
Sebab, Disnakertrans memiliki pengalaman pahit ketika menindaklanjuti laporan jumlah TKA di PT Indonesia Energi Dinamika, perusahaan pengelola PLTU Tanjung Batu, Tenggarong Seberang.
“Dalam laporan yang dikirim perusahaan itu ke Disnakertrans disebutkan bahwa ada 19 TKA yang dipekerjakan untuk pengembangan PLTU Tanjung Batu,” kata Sekretaris Disnakertrans Kukar, Rekson Simanjuntak.
Namun, kata dia, saat dilakukan verifikasi ke PLTU Tanjung Batu ditemukan lebih dari 19 TKA asal China, atau berbeda dengan jumlah yang dilaporkan. Total jumlah TKA yang dipekerjakan mencapai 25 orang. Artinya ada kelebihan 6 orang yang diduga ilegal.
Anehnya, setelah kasus ini mencuat, PT Indonesia Energi Dinamika langsung melakukan konfirmasi bahwa ada miskomunikasi saat petugas Disnakertrans ke PLTU Tanjung Batu.
Dalam konfirmasi via telepon itu, kata Rekson, 6 TKA yang disebut ilegal diklaim memiliki Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). “Anehnya kan dilaporannya itu 19, tapi kita menemukan ada 25 TKA di PLTU Tanjung Batu. Mereka nggak boleh main-main soal ini,” bebernya.
Ia menduga bahwa 6 TKA itu sudah diperkerjakan sebelum IMTA diterbitkan oleh pemerintah. Apalagi saat kunjungan itu, terkuak bahwa IMTA 6 TKA China itu baru terbit 13 Januari 2018 atau keesokan harinya. “Makanya saya marah waktu ditelpon itu. Saya bilang kalian jangan macam-macam soal itu,” bebernya.
Informasi yang dihimpun Koran Kaltim, manajemen PT Indonesia Energi Dinamika kini sudah melaporkan IMTA semua TKA yang dipekerjakan. “Kalau soal itu, saya belum tahu. Saya kemarin (Kamis, Red.) ditugaskan ke Semangkok, Marangkayu,” terangnya.
Supervisor Bagian SDM PT Indonesia Energi Dinamika, Longki M menegaskan bahwa semua TKA yang bekerja untuk pengembangan PLTU Tanjung Batu memiliki IMTA. “Kami sudah laporkan dan tunjukkan semua dokumen IMTA TKA yang bekerja di PLTU,” bebernya. (ami)










