Ibrahim menargetkan produksi beras kembali seperti semula atau bisa surplus sehingga program nasional Kedaulatan Pangan bisa terwujud. Seperti memberikan pemahaman kepada petani untuk mempercepat masa tanam. Saat ini, masih ada petani yang menanam satu kali satu tahun.
“Kita akan meminta kepada petani agar masa tanam bisa dua sampai tiga kali setahun. Bulan Desember-Januari biasa petani malas tanam, ini sebagian sudah tanam, untuk mengejar setahun dua sampai tiga kali panen,”jelasnya.
Ibrahim menambahkan, penyebab produksi padi menurun karena kebanyakan petani sawah beralih ke tanaman jagung yang dinilai saat ini lebih punya prospek cerah. Pemerintah pusat sudah memberikan sinyal bahwa komoditas jagung masih dibutuhkan secara nasional dan pasar yang terbuka.
“Produksi jagung Kaltim mencapai 32.000 ton yang dominan sumbangsih dari Berau. Sekarang sudah ada perusahaan yang siap menampung jagung petani, di Samarinda sudah ada perusahaan yang siap menampung sampai 40.000 ton dengan harga beli yang wajar dan diterima petani,”katanya.
Kepala BKPP Kukar Hairil Anwar mengatakan, pihaknya menargetkan, dokumen strategi mewujudkan ketahanan pangan di Kukar sudah ada, dengan program prioritas yang dilaksanakan dilapangan, strategi pembiayaan mewujudkan ketahanan pangan, serta pembagian tugas OPD untuk mewujudkan ketahanan pangan,”pungkasnya. (ran)