Adalah Bistro D’Marangan di Jalan KH Ahmad Dahlan Tenggarong bersama KS Organizer yang menghimpun parade kreativitas tersebut dalam satu kemasan “Tenggarong Bersuara”. Ada seni musik, gambar, diskusi film, hingga stand up comedy.
Band-band Indie asal Tenggarong dan Samarinda seperti Rendodoli, Esemenes, Olah Gubang, Aphrodite (Samarinda), Rima Hari Senin (Samarinda), Pelandok Bersayap, Dear Monalisa dan D’Joint Project menghidupkan suasana.
Antusiasme pengunjung ternyata melampaui ekspektasi panitia. Seperti yang diutarakan salah satu pengunjung, Hulani Kravitz.
“Acara kreatif seperti ini memang harus digalakkan. Saya salut dengan kawan-kawan panitia dan komunitas kreatif yang hadir dan ikut andil dalam acara ini. Keren. Pokoknya tahun depan coba ditata lebih baik lagi, mungkin dalam skala yang lebih besar lagi dari yang ini,” tukas alumni Desain Komunikasi Visual ISI Jogyakarta yang memang cukup akrab dengan sejumlah komunitas di Tenggarong.
Salah satu penampilan yang jadi magnet malam itu adalah band indie asal Samarinda, “Aphrodite Project”. Band yang digawangi gadis-gadis ini jadi daya tarik kuat bagi anak-anak muda yang hadir malam itu. Aphrodite awalnya dibentuk Devia bersama teman-teman kampusnya di Universitas Mulawarman, yakni Elinda Denita Zahra, Murta Azizah, Madina Afiananda, dan Tasya Febria. Aphrodite dipilih dari nama Dewi Yunani yang berarti dewi kecantikan atau dewi cinta.
Selain musik, ada aksi belocoan dari Stand Up Comedy Tenggarong, kreasi seni mural, dari komunitas Taik BABI KOLEKTIF dan SENJATA OLDSCHOOL hingga aksi para Komunitas Reptil Kutai Kartanegara (KOREK).
Laga amal dari Kukar Barber Community juga mendapat apresiasi. Separuh dari hasil kerja mereka di acara ini disumbangkan untuk kegiatan sosial. Sejumlah pengunjung ingin rambutnya dipangkas sejak sore hingga malam. “Asyik juga kalau ada acara seperti ini,” ujar Muhadi Adhiyatma, salah satu pengunjung seraya memamerkan gaya rambut barunya usai dipermak salah satu barber man.
Agus Riadi, Owner D’Marangan Bistro yang juga penggagas “Tenggarong Bersuara”, mengaku senang kegiatan yang awalnya dirancang sedikit dadakan ini melebihi espektasi. “Memang acara ini kita gagas untuk mempertemukan para komunitas kreatif di Tenggarong untuk menyalurkan potensi masing-masing. Persiapannya cuma sebentar tapi Alhamdulillah banyak yang datang antusias. Ke depan, kita akan merancang acara seperti ini dengan konsep yang lebih dimatangkan,” pungkasnya. (ist)