Dalam tulisan sepanduk tersebut masyarakat Dayak akan melawan segala bentuk persaingan tidak sehat menjelang Pilgub Kaltim terhadap semua calon pemimpin yang akan ‘bertarung’.
"Kami aksi hanya menyampaikan aspirasi kepada khalayak umum bahwa proses menuju Pilgub Kaltim ini harus bersih dari segala macam intrik sehingga pilkada kaltim kedepan adalah pilkada damai, jujur dan bermartabat," kata Vicktor Yuan koordinator aksi, Rabu (3/1) kemarin kepada awak media.
Aksi yang rencananya juga akan menyasar ke kantor gubernur yang berada di Jalan Gajah Mada tersebut akhirnya dibatalkan karena tak mendapat izin dari kepolisian.
"Rencannya kita juga mau ke gubernuran untuk aksi. karana ada permintaan dari pihak kepolisian tidak usah jadi kita tidak jadi. kita hanya ingin sama sama mengakomodir apa kemauan kedua belah pihak," sebut Vicktor.
Diakuinya meski aksi hanya berlangsung singkat, namun dia mengaku bersyukur diijinkan oleh aparat kepolisian untuk menyampaikan aspirasi.
"Memang negosiasi penting, tapi tidak menggugurkan niat kita untuk berdemo sebentar. Ada 3 orang yang orasi dan polisi minta dohentikan dan kita siap,” ujarnya.
"Meski sebentar, namun pesan yang kita sampaikan kepada masyarakat dan kepada pemerintah, kepolisian itu sudah tersampaikan lewat media,” tambahnya.Sementara, Perdinan Salfino yang juga sebagai koordinator aksi yang ditemui usai aksi hanya mengatakan pilkada kaltim harus bersih dari kriminalisasi."Pilkada harus bersih," tandasya (sab)