Februari 2018, HET Elpiji Turun Menjadi Rp18.000
1 menit baca673 kali dibaca
Penajam – Setelah melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas maupun instansi terkait, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memutuskan akan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) jika stasiun pengisian bahan bakar elpiji di Kecamatan Babulu beroperasi pada Februari 2018 mendatang.
SPBE rencananya akan mulai beroperasi di tahun mendatang sehingga Diskukmperindag telah menetapkan HET. Namun, ketetapan HET itu tidak berlaku secara keseluruhan Rp18.000 per tabungnya, sebab wilayah PPU cukup luas dan sulit mendistribusikan tabung elpiji subsidi melalui jalur darat.
Untuk Kecamatan Babulu dan Waru, rencananya HET elpiji sebesar Rp18.000, namun Kecamatan Sepaku dan Penajam sebesar Rp19.000 per tabung. Adapun wilayah di pesisir pantai seperti Pantai Lango. Jenebora, Gresik diperkirakan diatas harga Rp.19.000.
Plt KepalaDiskukmperindag PPU Ahmad Usman menjelaskan, pihaknya telah menetapkan HET bersama Pertamina dan Hiswana Migas, tetapi hasil itu nantinya akan diajukan kepada Bupati PPU agar diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup).
“Insya Allah sesuai dengan rencana sekitar bulan Februari akan hadir SPBE, khususnya melayani tabung gas, jika itu sudah berjalan maka HET yang selama ini Rp20.000 akan mengalami penurunan,” ungkap Ahmad, Kamis (28/12).
SPBE berkapasitas tangki 50 ton yang dikelola PT Bintang Babulu Mandiri (BBM) nantinya akan dilengkapi 12 unit pengisian tabung gas elpiji atau nosel untuk melayani pengisian gas wilayah Kabupaten PPU serta Paser.
Lanjutnya, Pertamina, agen dan pangkalan akan melakukan pengawasan ketat agar mencegah lonjakan harga di tingkat pengecer. “Dari agen menyerahkan ke pangkalan, kemudian pangkalan ke pengecer, nah disitu harganya bisa diatas HET, nah itu akan dilakukan pengawasan lebih ketat,” ujar Usman.
Diketahui, selama ini pengecer menjajakan elpiji subsidi 3 kilogram itu dengan harga hingga Rp25.000 per tabung. Untuk mengatasinya, Diskukmperindag gencar melaksanakan operasi pasar.
“Kami lakukan operasi pasar agar harga eceran itu kembali normal, sebab selama ini harganya itu tinggi di tingkat pengecer,” pungkasnya. (wn1017)










