Posko pelayanan penumpang liburan Natal dan Tahun Baru dimulai dari 18 Desember hingga 8 Januari. “Kami berharap ada rebound di akhir tahun tapi dari data-data yang ada dan kondisi yang ada kayaknya masih terjadi stagnan,” ujarnya.
Begitupula dengan jumlah penerbangan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2017-2018 ini, jumlahnya diperkirakan sekitar 4200-an penerbangan. “Pesawat kami juga lihat ada penurunan. Tahun lalu ada 4.388 penerbangan. Tahun ini, diperkirakan kami 4.200-an karena sampai sejauh ini maskapai belum ada pengajuan extraflight,” tuturnya.
Pada tahun 2016, total jumlah penumpang yang diangkut baik keberangkatan maupun kedatangan melalui SAMS Sepinggan berjumlah 7,6 juta orang. “Tahun ini diperkirakan turun ada puluhan ribu,” katanya.
Dia berharap, situasi pada tahun 2018 lebih baik dari situasi tahun ini. Apalagi sejumlah komoditas unggulan Kaltim sudah membaik seperti batu bara. “Karena dengan komoditas bagus, keamanan terkontrol ini jadi pancingan untuk investor orang datang kemari. Mudah-mudahan pada 2018 awal sudah bagus,”harapnya.
Terkait posko yang didirikan bersama instansi terkait seperti Airnav, Otorita Bandara, polsek, TNI AU, Basarnas dan isntansi lainnya, terang Handy, ini meyakinkan bahwa koordinasi makin baik dan erat. “Selama ini sudah baik. Cuma momen mudik, kita harapkan lebih baik lagi dari semua. Kita meski jaga-jaga adalah cuaca karena beberapa kali visibilitinya turun akhirnya bandara di-close,” tukasnya. (din)