Jika tak cepat-cepat memasok beras dalam jumlah banyak, maka diperkirakan terjadi kekosongan stok beras seperti tahun lalu, sementara kebutuhan masyarakat sangat besar terutama jelang natal dan pergantian tahun tersebut.
“Akan banyak masyarakat non muslim dari Kecamatan Muruk Rian dan Betayau yang turun langsung ke Ibukota Kabupaten, Tideng Pale untuk berbelanja keperluan natal dan tahun baru, termasuk belanja beras dan tahun ini persiapan harus lebih matang daripada mengulang seperti kejadian tahun lalu dimana saya harus mengalami kekosongan stok, padahal kebutuhan masyarakat masih tinggi, untuk memesan stok pada pemasok bila terlalu mepet waktunya juga mereka tidak bisa terima orderan lagi, terpaksa harus melewatkan rejeki,” ujarnya.
Masyarakat non muslim dari dua kecamatan tersebut diperkirakan sekitar sepekan atau dua pekan lagi akan turun berbelanja mengingat di kawasan desa mereka minimnya tersedia pedagang khususnya beras ditambah lagi bila adapun harganya juga dua kali lipat dari harga yang ditawarkan di Ibukota Kabupaten, maka tak heran masyarakat lebih suka memilih dan mengandalkan berbelanja keperluan ke kota.
“Jarangnya pedagang yang ada di kawasan pedesaan ditambah dengan mahalnya harga pasaran disana membuat rata-rata masyarakat yang ada disana lebih memilih berbelanja disini makanya ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memasok beras dalam skala besar supaya kebutuhan bukan hanya kawasan perkotaan saja namun juga kawasan pedesaan bisa kami layani, untuk mengantisipasi kekosongan pasokan jangan heran dalam sepekan ini kami sudah memasok beras dalam jumlah besar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat nantinya untuk kebutuhan momen natal dan tahun baru,” pungkasnya. (ifa)