Pertemuan yang berlangsung hangat itu dihadiri warga pesisir, khususnya para nelayan dan tokoh masyarakat setempat. Sejumlah persoalan yang disampaikan warga di antaranya kebutuhan bantuan alat tangkap, pembinaan kelompok nelayan, penerangan lingkungan, legalitas lahan, hingga program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga nelayan.
Dino Andrian menyampaikan bahwa sebagian usulan masyarakat yang disampaikan pada reses sebelumnya kini telah masuk dalam APBD Provinsi Kaltara tahun 2026. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat terus diperjuangkan hingga ke tahap penganggaran.
“Alhamdulillah, beberapa usulan tahun lalu sudah masuk APBD Provinsi Kaltara TA 2026. InsyaAllah tahun ini bisa mulai dirasakan manfaatnya. Tugas saya sekarang adalah memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Dino.
Politisi Partai Hanura itu menegaskan, dirinya akan terus mengawal proses pelaksanaan program agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap realisasi anggaran supaya manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Selain menyerap aspirasi, Dino juga menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat nelayan di wilayah RT 30 sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi warga pesisir.
“Bantuan ini memang sederhana, tapi semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga nelayan. Yang paling penting adalah memastikan suara Bapak-Ibu nelayan terus kami kawal sampai ada tindak lanjut nyata,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap berbagai usulan yang telah masuk dalam perencanaan daerah dapat segera direalisasikan, terutama program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Kota Tarakan.
Agenda kemudian ditutup dengan dialog santai dan ramah tamah antara Dino Andrian bersama warga setempat.
Editor: Erwin