Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemampuan rumah sakit dalam merespons keluhan pasien secara menyeluruh. Selain itu, kesiapan layanan rujukan seperti jantung, stroke unit, hingga kanker dinilai telah berjalan dengan standar yang baik.
Tamara menilai, capaian tersebut bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang konsistensi pengelolaan layanan.
“Kami mengapresiasi capaian RSUD Kanujoso, terutama dalam hal kemandirian fiskal dan kepuasan pasien yang tinggi. Ini adalah standar yang ingin kita bawa dan adaptasi untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi layanan kesehatan harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia dan komitmen manajemen.
“Bukan hanya fasilitasnya yang kita lihat, tapi bagaimana sistem itu berjalan dan dirasakan langsung oleh pasien. Itu yang menjadi catatan penting bagi kami,” kata Tamara.
Di sisi lain, Plt Direktur rumah sakit, Ahmad Jais, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan tidak berhenti pada digitalisasi.
Ia menyebut, arah pengembangan difokuskan pada service excellence dan penguatan kemandirian BLUD, yang terbukti mampu mendorong realisasi pendapatan hingga 114 persen pada 2025.
“Target kami bukan hanya peningkatan layanan, tetapi juga bagaimana rumah sakit ini mampu bersaing dan menjadi rujukan dengan standar internasional pada 2029,” tutupnya.
Editor: Erwin