“Kalau untuk pemasangan meteran listrik gratis, tidak dipungut biaya saat pelanggaran ingin menggantinya, dan saat ini jumlah pelanggan kita yang sudah memnggunakan materan prabayar sudah cukup banyak,” jelasnya.
Ia juga menekankan, saat ada petugas PLN yang melakukan pembongkaran meteran sebelumnya, apabila masih ada tagihan yang harus dibayar, maka tagihan tersebut harus dilunasi. “Sebelum dibongkar untuk diganti petugas sudah mencatat pemakaian sebelumnya untuk di akhir bulan dibayarkan. Maka itulah yang dikeluarkan pelanggan,” ucapnya.
Mengenai biaya yang jadi tagihan pelanggan bila sudah berganti dari pascabayar ke prabayar, menurutnya, berbeda-beda yakni bisa dilihat dari jumlah pemakaian. Contohnya pelanggaan dalam harus membayar Rp 300 ribu. Tetapi di pertengahan bulan ingin mengganti meteran listrik, maka pelanggan membeli pulsa separuhnya.
“Prabayar ini kan pelanggan beli pulsa dulu baru bisa dipakai, berbeda dengan pascabayar yang ibaratnya bisa menunggak bisa dibayar kapan saja sampai batas yang telah kami (PLN) tentukan,” jelas dia lagi.
Menurutnya, berbagai kelebihan listrik prabayar ini pemakaian lebih terkendali, tanpa ada sanksi denda pemutusan. Pembelian token listrik pun menyesuaikan kemampuan pelanggan. “Jadi kalau token listik habis otomatis, ya lampu akan padam sementara. Tetapi kalau sudah diisi listik akan nyala kembali seperti semula. Token listik juga bermacam-macam sesuai dengan kemampuan pelanggan, ada Rp 50.000 sampai Rp 100 ribu. Bahkan lebih dari itu juga ada,” pungkasnya (ike815)