Bupati Bulungan H Sudjati yang ikut langsung dalam rapat yang dilangsungkan di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman itu, mengatakan, selain harus menyesuaikan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Bulungan untuk kebutuhan ruang dalam kegiatan pembangunan kawasan industri. Pihaknya juga harus menyiapkan sejumlah hal lain. Apalagi diprediksi lokasi yang akan digunakan bersinggungan dengan lahan perusahaan sawit.
“Kita sudah pertemuan, selanjutnya untuk memastikan kita juga akan agendakan turun langsung ke lapangan (Tanah Kuning dan Mangkupadi). Sekaligus menggali informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Secara teknis kita usahakan dalam waktu dekat ke lapangan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, sementara ini dirinya juga masih mempelajari masterplan kegiatan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tersebut.
Selain itu, dirinya juga masih menunggu arahan dari Gubernur Kaltara, yang rencananya juga akan melakukan pertamuan bersama antara Pemprov dan Pemkab Bulungan.
Selain KIPI, program pembangunan yang perlu disinergikan adalah pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) di Gunung Seriang, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 9.000 Mega watt (MW) di Sungai Kayan, tepatnya di Kecamatan Peso.
“Kita juga mendukung program yang ada itu. Terlebih dalam jangka panjang program tersebut juga berdampak positif bagi daerah. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga, sejumlah usaha yang dapat dikembangkan di lokasi KIPI misalnya. Termasuk pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD). Ke depan bisa saja Bulungan menjadi tujuan orang untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya. (an)