Layanan Air Bersih PDAM Dinanti Warga
2 menit baca1.293 kali dibaca
TANA TIDUNG – Sarana dan prasarana air bersih masih belum terpenuhi di sejumlah pedesaan, lantaran sampai saat ini PDAM Tana Tidung belum mencapai dan beroperasi hingga ke pedesaan. PDAM baru memberi pelayanan beberapa desa di Kecamatan Sesayap saja seperti Desa Tideng Pale, Tideng Pale Timur, Sedulun dan Limbu Sedulun. Sementara untuk kawasan pedesaan yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir, Muruk Rian sampai Betayau belum dinikmati masyarakat.
Ramlan, salah satu warga Desa Bebatu di Kecamatan Sesayap Hilir, mengatakan bahwa layanan air bersih belum diterima masyarakat sehingga air sungai dan air hujan menjadi andalan masyarakat sekitar, padahal sarana air bersih di kawasan perkotaan khususnya di empat desa di Kecamatan Sesayap tersebut telah lama dirasakan masyarakatnya.
“Setiap tahun kami selalu berharap ada bentuk pelayanan air bersih yang bisa kami terima di desa kami. Padahal air bersih dari pemerintah (PDAM) bisa diwujudkan,” harapnya.
Untuk mendapatkan air bersih tak hanya dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sesayap Hilir khususnya di kawasan pesisir saja karena kawasan darat yang terbilang cukup jauh jaraknya dari Ibukota Kabupaten, Tideng Pale pun masih belum dirasakan termasuk kebutuhan mendasar lainnya sangat mendesak untuk dilakukan.
“Kami sangat mengetahui masih sulitnya hal tersebut terealisasi sebab persoalan air bersih juga masih melanda kawasan perkotaan sebab hanya beberapa desa yang baru menikmati layanan air bersih, akan tetapi tidak ada salahnya kami berharap terus menerus,”terangnya lagi.
Untuk memenuhi sarana air bersih masyarakat sudah terbiasa mengambil di sungai terdekat dan biasanya untuk memudahkan mereka menggunakan mesin pompa air supaya mudah naik ke rumah masing-masing setelah itu akan diendapkan selama semalaman guna mendapatkan air yang benar-benar bersih dan steril kendati masih ada kekhawatiran air sungai akan tercemar namun tidak adalagi yang bisa mereka harapkan .
“Saat ini proses pelayanan PDAM kita menyadari yang ada di kawasan pesisir memang membutuhkan akses yang lebih baik dimana sekarang ini jalur sungai yang digunakan juga terbatas sehingga pelayanan masih terus diusahakan supaya dapat dirasakan secara menyeluruh dan merata baik yang ada di perkotaan hingga pedesaan,”sambungnya.
Diketahui, jalan poros penghubung empat kecamatan salah satunya jalur darat menuju kawasan pesisir akan direalisasikan dengan jalan tembus dari Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap menuju Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir rampung dilaksanakan dengan progres tinggal 9 Kilometer (Km) lagi maka masyarakat akan bisa merasakan dampak pelayanan melalui jalur darat ini nantinya. (ifa)










