"Layanan bedah onkologi adalah pelayanan terhadap pasien yang mengalami penyakit tumor pada berbagai organ tubuh seperti kepala, leher, kelenjar parotis, jaringan di kulit atau di bawah kulit, payudara dan tumor di kulit," kata Dokter Spesialis Bedah Onkologi, dr Arif Kurniawan, SpB (k) Onk pada RSUD dr H Jusuf SK Tarakan dilansir dari Antaranews.com Kamis (9/11/2023) hari ini.
Sebelumnya, pasien kanker dari wilayah ini harus dirujuk ke kota-kota seperti Samarinda, Balikpapan atau Makassar, Sulawesi Selatan untuk mendapatkan perawatan.
Selain onkologi, RSUD dr H Jusuf SK juga menawarkan layanan kemoterapi. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi pasien, karena mereka dapat menjalani perawatan dan pemantauan di rumah sakit setempat tanpa perlu melakukan perjalanan jauh.
Arif menekankan kepada masyarakat untuk tidak merasa cemas apabila mereka menemukan benjolan di sekitar leher, payudara, kelenjar parotis di kulit atau di bawah kulit.
Sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, bahkan jika benjolan tersebut sangat kecil. Bedah onkologi memiliki peran penting dalam pelaksanaan kemoterapi. “Kemoterapi adalah jenis terapi sistemik di mana obat-obatan disuntikkan melalui pembuluh darah untuk bertindak sebagai agen penghancur terhadap tumor atau kanker,” paparnya.
Deteksi dini sangat krusial dalam mengobati penyakit tumor. Bahkan benjolan sekecil apa pun, baik itu di payudara, kepala, leher, harus segera diperiksa oleh dokter. Ini penting karena dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan arah dan karakteristik benjolan tersebut. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat, terutama warga Kaltara tentang pentingnya kesadaran dalam deteksi dini penyakit ini.
"Setiap benjolan itu namanya tumor. Tumor terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak setiap benjolan berarti kanker," kata Arif.
Ketika ada benjolan, biasanya akan dilakukan prosedur biopsi untuk mengambil sampel atau cairan tubuh, yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk menentukan hasilnya.
"Jika hasilnya menunjukkan tumor jinak, itu berarti kondisi tersebut bukan kanker; sementara jika hasil biopsi mengindikasikan tumor ganas, itulah yang disebut kanker," ucap Arif.
Kebiasaan seperti kurang tidur, begadang, konsumsi makanan cepat saji (junk food), dan makanan dengan pengawet dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit tumor ini.
Editor: Aspian Nur