Dari dua penerita tersebut, kata dia berjenis laki-laki dan perempuan yang tempat tinggalnya berbeda. Adapun umur yang laki-laki 50 tahun dan perempuan 60tahun. “Dari dua yang positif filariasis untuk saat ini kondisi keduanya masih normal seperti orang pada umumnya. Di mana belum ada pembesaran di bagian kaki maupun tangan. Namun secara medis, mereka positif saat di-tes darah tepinya,” kata Imam.
Dia mengatakan, pihaknya telah mengirimkan kembali sampel yang positif kepada Kementrian Kesehatan di Jakarta untuk memastikan, bahwa hasil tes tersebut benar-benar positif. Setelah ada hasil, pihaknya akan melakukan tindakan lebih lanjut. Yakni penyuluhan kepada masyarakat, pemantauan, pemberian obat, dan juga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang terpenting.
Imam berharap dari pihak kecamatandan Puskesmas setempat, secara rutin melakukan kerja bakti bersama untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk terfokus. Khususnya di daerah penderita dan pada umumnya di sekitaran Desa Salimbatu.
Adanya dua warga yang positif terjangkit filariasis ini, lanjutnya, pihaknya meminta masyarakat tidak perlu cemas, dan tidak perlu membuat stigma terhadap penderita. Sebab kata dia, dengan pengobatan yang baik, penderita tidak lagi sebagai penular. “Insya Allah aman dia (penderita), tidak menular,” tegasnya.
Selain di wilayah Tanjung Palas Tengah, utamanya Salimbatu, Imam mengatakan, sebetulnya hampir di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bulungan masuk endemis filariasis. Sehingga dilakukan pemeriksaan atau tidak Bulungan itu endemis.
Untuk lebih gampangnya pihaknya akan melakukan pengobatan masal di semua kecamatan. Artinya, bisa jadi semua kecamatan yang ada di Bulungan ,jika diambil sample bisa dipastikan ada yang positif. Hal ini lanjut dia, nantinya tidak hanya terfokus di desa Salimbatu saja, namun desa-desa lain juga akan memungkinkan adanya penderita filariasis. (Ike815)