Yang semakin membuat heboh, penemuan jasad Otong diduga korban pembunuhan karena terdapat luka parah pada kepalanya.
Camat Sebatik Induk Wahyudin menjelaskan hal ini seperti dilansir Korankaltara.com Selasa (8/8/2023) hari ini. "Kami menduga almarhum dibunuh anak kandungnya sendiri. Almarhum sudah dimakamkan malam hari setelah ditemukan," kata Wahyudin.
Tudingan warga kalau Otong dibunuh anaknya sendiri bukanlah tanpa dasar karena anaknya yang biasanya bersama almarhum tiba-tiba menghilang seperti sedang melarikan diri.
"Anaknya itu masih bujang, sampai sekarang kami nggak tahu anak dimana. Biasanya ada saja terlihat," ujar Wahyudin lagi.
Dan anak laki-laki almarhum diketahui warga sekitar memiliki riwayat penyakit orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan sering memukul orang bahkan pernah dipasung agar tidak membuat keonaran kepada warga lainnya. "Informasi warga sekitar sebelum penemuan jasad almarhum, terduga pelaku yang anaknya sendiri marah karena almarhum tidak memberinya rokok setelah makan siang. Terduga pelaku kemudian mengikuti arah bapaknya pergi dan diduga kuat mengeksekusi di tengah kebun kelapa sawit," paparnya.
Luka di kepala Otong diduga bekas hantaman benda keras seperti batu. "Sudah dilaporkan ke polisi, katanya masih dilakukan pengejaran," ucap Wahyudin lagi.
Dikonfirmasi kepada Kapolsek Sebatik Timur Iptu Riko Veandra mengatakan mereka masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. "Kasusnya masih didalami penyidik,"jawabnya.
Ditanya kemungkinan terduga pelaku melarikan diri ke Malaysia, Riko menegaskan sudah melakukan antisipasi.
"Kai sudah tempatkan anggota di titik titik tertentu yang berpotensi menjadi akses kabur terduga pelaku menuju Malaysia. Sudah ada diantisipasi jalur jalur tikus di Sebatik Timur," tegas Riko.
Editor: Aspian Nur