Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan Harianto Baan mengatakan, di Kalimantan Utara produk-produk tersebut masih sering ditemukan di kios-kios. Produk yang popular dalah Natural 99, Temulawak Cream, Original, Dokter DR, dan lain sebagainya. “Produk-produk ini sebenarnya disenangi karena murah dan dampaknya langsung terlihat, padahal kulit pemakainya rusak,” kata Harianto dilansir dari Korankaltara.com Kamis (20/7/2023) hari ini.
Kosmetik yang aman digunakan harus dicek kemasannya karena didalamnya akan memberikan berbagai informasi, seperti nama pabrik pembuatnya, izin edar, kompoisi dan izin dari BPOM.
“Masyarakat bisa download BPOM Mobile, bisa diketahui produk tersebut terdaftar dan punya izin edar apa tidak. Kalaupun produknya memiliki izin edar melalui aplikasi ini bisa diketahui asli apa palsu, karena pelaku usaha ini juga nakal dan pintar untuk memalsukan izin edarnya,” ucapnya.
Selain itu , jangan langsung percaya dengan testimoni kosmetik tersebut cepat memutihkan. Dapat dipastikan itu mengandung bahan berbahaya karena memberikan efek mengikis kulit luar, lama-kelamaan akan membuat kulit rusak, flek hitam dan lain sebagainya.
“Masyarakat senang menggunakan ini karena cepat dan murah, kosmetik yang bagus harganya cukup mahal. Kami masih temukan kosmetik dari negara tetangga, yang didatangkan secara online maupun dibawa oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Konsumen mereka rata-rata ekonomi menengah kebawah, tetapi ada juga yang mampu tetapi tergiur dengan hasil yang cepat memutihkan, glowing dan lain sebagainya,” ujar Harianto.
Editor: Aspian Nur