Hal ini disampaikan Ketua PPDB Tarakan tahun 2023 yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Tarakan Kamal. Diakuinya setiap tahun proses PPDB selalu ada masalah, tetapi selalu dicarikan jalan keluarnya, sehingga setiap tahun selalu ada evaluasi.
Meskipun di 2023 ini secara garis besar berjalan dengan baik, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian.
“Tentu masalah yang muncul saat ini tidak begitu signifikan menurut saya karena sudah menjadi masalah yang umum di tahun-tahun sebelumnya. Untuk tingkat SD, jika merujuk kepada Permendikbud, usia wajib belajar itu 7 tahun ke atas. Alhamdulillah kami sudah mendata dari 47 sekolah negeri, yang dibuka PPDB bersama dengan 14 SMP negeri untuk SD sudah terpenuhi, memang ada sekitar 87 kekosongan sebelumnya dari sebaran beberapa sekolah yang tidak terpenuhi,” kkata Kamal dilansir dari Korankaltara.com Selasa (18/7/2023) hari ini.
Dari 87 kekosongan tersebut, semua telah terpenuhi dengan mendistribusikan calon siswa yang sebelumnya tertolak. Untuk jumlah pendaftar yang tertolak itu kurang lebih ada 590 anak karena memang usianya.
Solusinya, menunggu tahun depan atau daftar di sekolah swasta, karena dalam catatan usia terendah yang tertolak adalah 6 tahun nol bulan.
“Untuk usia tertinggi 8 tahun, namun posisi tertinggi kebanyakan di daerah pesisir atau di pinggiran kota. Solusi adalah dari usia tertinggi tujuh tahun keatas, itu kurang lebih ada 15 anak yang sekarang sudah kita tempatkan di SD Negeri 05 Kampung Enam, kebetulan SD itu kekurangan. Sehingga usia tertua sudah terakomodir semua, lalu kita ambil lagi usia di bawah 7 tahun untuk menutupi kekurangan,”papar Kamal.
Usia di bawah 7 tahun tertua yang masuk ke SD negeri umur 6 tahun 11 bulan sampai dengan 6 tahun 10 bulan, artinya ada usia yang tergeser karena memang jumlahnya.
Untuk tingkat SMP, secara garis besar tidak ada masalah maupun gejolak, seperti tahun-tahun sebelumnya. Artinya semua pelaksanaan PPDB tingkat SMP berjalan dengan baik.
Dari 14 sekolah tingkat SMP, hampir semua sudah terlaksana meskipun masih ada beberapa sekolah yang kuotanya tidak terpenuhi mungkin ada ang kurang.
Editor: Aspian Nur