Syarwani mengingatkan sejumlah catatan terhadp kinerja dan sejumlah persoalan yang terjadi di Bulungan yang harus diselesaikan.
"Ada beberapa kejadian yang menjadi sorotan masyarakat, utamanya terhadap layanan dasar dan fasilitas dimana tak jarang ramai di medsos, maka ini harus kita tanggapi untuk lakukan perbaikan, seperti layanan kesehatan di rumah sakit dan lainnya," kata Syarwani dilansir dari Korankaltara.com.
Dirinya meminta atensi dan perhatian seluruh pihak. Dalam hal ini catatan dari BPK terhadap laporan keuangan daerah menjadi fokus dalam pertemuan itu.
Menurutnya bukan sekedar ingin gagah-gagahan mendapat hasil laporan keuangan yang baik atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tetapi menjadi langkah perbaikan untuk daerah.
"Saya mohon dengan segala hormat kaitannya dengan laporan keuangan dan aset agar ini jadi perhatian. Ini bukan untuk membangun pencitraan kepala daerah, tetapi ini bagian dari komitmen kita terhadap daerah dan juga BPK yang sering kali memberikan rekomendasi," tegasnya.
Selain itu, kepala dinas diminta mencatat berbagai hal yang menjadi perhatian dan arahannya kali ini, termasuk terhadap catatan BPK seperti belum adanya overview masing-masing kepala OPD.
"Ini bagian dari upaya perbaikan kita, terutama terhadap laporan keuangan daerah. Setelah pertemuan ini saya minta ada tindak lanjut masing-masing," tutup Syarwani.
Editor: Aspian Nur