“Aliran gas ke wilayah Sebengkok Tiram, Kelurahan Sebengkok sementara kami hentikan karena pipa PE 90 mm kami terkena alat berat sehingga mengalami kebocoran, dampak dari pekerjaan proyek Dinas Pekerjaan dan Tata Ruang (DPUTR),” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah pelanggan yang terdampak kurang lebih 300 sambungan sedang diusahakan untuk dilakukan perbaikan darurat. “Apabila perbaikan darurat kami gagal, maka dengan terpaksa kami akan menunggu material emergency yang dikirim dari Surabaya yang akan datang besok malam (malam ini. Red). Kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” kata Arief.
Setelah mengetahui adanya kebocoran, sambung Arief pihaknya juga sudah bergerak cepat dengan mengirim material darurat ke Tarakan. “Sudah dikirim dari Surabaya, besok malam baru dikerjakan setelah material tiba. Tapi, perbaikan darurat tetap kita upayakan malam ini yang penting gas bisa mengalir dulu,” tandasnya.
Diakui Arief, pihaknya juga sudah melaporkan secara lisan terkait kerusakan pipa gasnya kepada Wali Kota Tarakan, Sofian Raga untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang merasa terganggu dengan terputusnya jaringan gas rumah tangga.
“Sebenarnya, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPUTR terkait kedalaman dan posisi pipa gas didalam tanah. Tapi, pada saat penggalian antara gambar dan lokasi pipa sebenarnya ternyata berbeda,” ungkapnya.
Soal pengawasan, Arief juga memastikan sudah dilakukan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kejadian serupa ini terjadi. Namun, kejadian dilapangan memang diakuinya diluar prediksi sehingga ia mengaku tidak bisa menyalahkan salah satu pihak.
“Kalau pengawasan sudah ada dan jelas kita lakukan, cuma titik pipa dengan yang digambar itu beda letaknya. Gak sama dengan asbuilt drawingnya, tapi yang jelas kita bertanggung jawab menyelesaikan perbaikan sesegera mungkin agar secepatnya bisa melayani pelanggan kembali,” tegasnya. (saf)