Pria 34 tahun itu ditemukan dalam kondisi selamat disekitar Kelurahan Juata Kerikil pukul 20.17 WITA tadi malam.
Saat ditemukan, Ramli sudah berada di sebuah warung sembako dipinggir jalan tidak jauh dari lokasi hutan tempatnya keluar.
Keterangan Ramli, setelah handphone miliknya mati, ia terus berjalan mengikuti pikirannya untuk bisa keluar dari hutan. “Sempat jatuh lagi saya, banyak luka kecil. Saya turut hati saja, jalan terus. Pas keluar sudah sampai di Pertamina saya lihat asap Pertamina. Saya lihat seperti orang membakar. Akhirnya, saya Alhamdulillah semakin dekat ternyata sampai di sini,” kata Ramli, dalam keterangannya kepada Tim SAR Tarakan usai ditemukan seperti dilansir dari Korankaltara.com Kamis (2/3/2023) pagi ini.
Pengakuan Ramli masuk ke dalam hutan, selain mencari kayu bakar juga untuk mencari daun-daunan yang akan digunakan untuk obat.
Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril mengatakan, tersesatnya Ramli seharusnya menjadi pelajaran untuk bisa mengantisipasi sebelum masuk ke dalam hutan, diantaranya menggunakan tali atau tanda agar mengetahui jalan kembali keluar hutan.
“Saya sudah perintahkan anggota harus ketemu dia. Apalagi komunikasi terputus, handphone mati. Kami sulit mendeteksi titik koordinatnya menggunakan alat yang ada karena handphone dia bukan Android, jadi hanya mengandalkan komunikasi. Kalau gunakan handphone Android pasti bisa langsung ketemu,” papar Syahril.
Setelah ditemukan, tim memastikan kondisi kesehatan Ramli dengan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, Ramli sehat dan segera dikembalikan kepada pihak keluargany.
Editor: Aspian Nur