Kapal yang mereka gunakan untuk melaut pada pekan lalu terbalik, terombang-ambing di laut selama tujuh hari sampai akhirnya terlihat nelayan lain di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur akhir pekan tadi.
Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Deni Herman melalui Komandan Satrol Lantamal XIII Tarakan, Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal menjelaskan terkait penemuan kapal nelayan yang mengalami nahas tersebut.
Menurutnya, penemuan ini berkat adanya laporan dari nelayan Derawan yang melihat orang terombang-ambing di laut disekitar perairan Buli Ulin. Laporan tersebut diterima oleh personel Posal Pulau Derawan dan ditindaklanjuti oleh Babinpotmar untuk melakukan evakuasi.
“Dua nelayan berasal dari Bunyu atas nama Dian berusia 33 tahun warga Tarakan dan Umar berusia 46 tahun. Setelah dilakukan penggalian informasi, keduanya ini sudah terombang-ambing di laut selama tujuh hari. Satu dari dua nelayan itu, Umar, meninggal dunia karena dehidrasi terlalu lama di laut,” kata Yulius dilansir dari Korankaltara.com Minggu (19/2/2023) hari ini.
Lantamal XIII Tarakan melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainya, baik itu Polres Tarakan, Basarnas, dan unsur lainnya.
Selain itu, juga sedang mencari keberadaan keluarga untuk tindakan selanjutnya, apakah jenazah dievakuasi ke Tarakan atau ada keputusan yang lain dari pihak keluarga.
“Kalau pihak keluarga minta bantuan ke kami, akan diupayakan mengevakuai ke Tarakan. Mereka ini informasinya sedang mancing di sekitar pulau Bunyu, tetapi perahu dihantam ombak dan terbalik sehingga hanyut sampai ke Derawan. Mereka berpegangan perahu dan benda-benda lainya yang terapung,” ujar Yulius lagi.
Dian saat ini masih menjalani perawatan intensif di puskesmas Derawan untuk memilihkan kesehatan.
Editor: Aspian Nur