Karena hal itu beasiswa bisa saja tidak tersalurkan dan ini jadi atensi dari pemerintah setempat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltara H Muhammad Rosyit menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penyaluran Beasiswa Kaltara Unggul dan sudah disampaikan kepada semua penerima agar rekening mereka bisa diaktifkan.
“Secara keseluruhan, ada sekitar 532 rekening pasif. Ini kendala bank untuk penyaluran beasiswa. Tapi Insya Allah dengan sisa waktu yang ada masih sempat untuk menyalurkan beasiswa dan akan terus kami upayakan,” kata Rosyit dilansir dari Korankaltara.com Rabu (26/1/2023) hari ini.
Terpisah, Penyedia Layanan Bank Kaltimtara Cabang Tanjung Selor Fajar Bima Saputra menjelaskan, dari Rp15 miliar yang dialokasikan Bank Kaltimtara Cabang Tanjung Selor mendapat bagian sekitar Rp11 miliar untuk 4.984 penerima beasiswa. Sementara Rp4 miliar disalurkan melalui bank lain, yang diperuntukan bagi 973 orang.
“Penyaluran masih berjalan saat ini, tentunya menyesuaikan kelengkapan dokumen penerima. Memang ada beberapa kendala dalam proses tersebut, seperti ada penerima yang tak mencantumkan nomor rekening, kemudian ada juga nomor rekening yang salah hingga perbedaan nama penerima,” jelas Fajar.
Hingga saat ini masih ada 469 orang yang belum mendapat beasiswa dengan total anggaran Rp600 juta melalui Bank Kaltimtara. Sementara, dari bank lain masih ada 63 orang penerima yang dilakukan pengembalian, sekitar Rp58 juta.
“Pengembalian itu, karena ada nomor dan nama rekening penerima yang berbeda. Kami juga melakukan hal serupa, kami kembalikan ke Biro Kesra, selaku pelaksana program karena kami hanya sebagai penyalur bantuan," imbuhnya.
Menurutnya, kesalahan data penerima tentu menjadi masalah dalam penyaluran beasiswa tersebut. Apalagi, jika ada penerima yang tidak mencantumkan nomor rekening, maka perlu ada data lengkap untuk menghindari kesalahan. Proses penyaluran dilakukan hingga 31 Januari mendatang.
“Jika masih ada yang datanya bermasalah dan melewati batas waktu tersebut, maka beasiswanya dinyatakan hangus. Anggaran sisa kami kembalikan ke kas daerah,” jelas Fajar.
Editor: Aspian Nur