Tak hanya diperbaiki dari segi fisik, tetapi juga legenda peristiwa dan interior yang ada di dalamnya.
“Museum sejarah hanya merevitalisasi yang sudah ada. Ada dua, yaitu museum perminyakan dan Perang Dunia ke-II, diintegrasikan, interiornya diperbaiki, diperindah, dipernyaman supaya lebih menarik termasuk story lain atau alur cerita mulai dari awal,” terang Wali Kota Tarakan Khairul dilansir dari Korankaltara.com Rabu (25/1/2023) hari ini.
Selain itu, bentuk bangunan juga ditambah di bagian belakang yang nantinya akan dihubungkan dengan jembatan, sebagai bagian pengembangan museum kontemporer untuk pameran.
Museum ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan teknologi sehingga koleksi yang ada di dalamnya dalam bentuk digital dan virtual, selain dari koleksi yang berbentuk benda-benda bersejarah.
“Kami usahakan semenarik mungkin. Pembangunannya sudah kami mulai November 2022 dan dilakukan secara multiyears. Konsultannya ada dua, khusus untuk fisik dan konsultan interior desain museum,” beber Khairul.
Karena baru dimulai beberapa bulan, tahap revitalisasi ini baru mencapai 10 persen tetapi ditargetkan pada Agustus 2023 sudah selesai untuk fisiknya. Sedangkan untuk desain interior ditarget tuntas pada ktober 2023.
“Karena kami memang memposisikan Tarakan ini sebagai kota jasa, perdagangan dan wisata. Memang harus memperbanyak tempat destinasi diantaranya museum sebagai wisata, kalau dikemas dengan baik,” ucapnya.
Disinggung mengenai pemasukan dari museum, Khairul mengaku relative tetapi dia membandingkan dengan luar negeri, dimana museum menjadi destninasi yang menarik untuk dikunjungi.
Editor: Aspian Nur