Keinginan Kaltara mengajak Berau bersatu dengan mereka disampaikan langsung Gubernur H Zainal Arifin Paliwang saat melakukan pertemuan di Berau Sabtu (14/1/2023) malam akhir pekan lalu di di Balai Mufakat, Jalan Cendana Kecamatan Tanjung Redeb.
Zainal didampingi Sekretaris Provinsi Kaltara Suriansyah, Anggota DPRD Kaltara Achmad Djufrie, serta beberapa tokoh masyarakat. Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih beserta jajaran dan tokoh masyarakat setempat hadir pula dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah hal ditawarkan oleh Pemprov Kaltara, agar Berau membuka diri untuk bersama dengan lima kabupaten dan kota yang ada di provinsi ke-34 ini.
Pertama, Zainal menyebut soal beberapa urusan pemerintahan dan pelayanan publik yang ada di Berau.
Menurutnya, pelayanan terhadap masyarakat menjadi faktor utama, dimana letak geografis Ibu kota Kaltara dengan Berau yang hanya berjarak 2 jam melalui jalur darat sementara menuju ibu kota Kaltim mencapai 15 jam.
“Urusan pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah Berau memiliki keterkaitan dengan Kaltara khususnya Tanjung Selor dan Kota Tarakan,” kata Zainal dilansir dari Korankaltara.com Selasa (17/1/2023) hari ini.
Beberapa institusi pelayanan, seperti Telkom dan BPDKaltim-Kaltara menginduk pada kantor wilayah yang ada di Kaltara. Lalu kantor pelayanan seperti Pajak Pratama Tanjung Redeb yang melayani Berau berada di Kota Tarakan dan Pos Angkatan Laut (AL) yang ada di Berau juga berada di bawah naungan LANTAMAL XIII Tarakan.
Bahkan, untuk semakin mempersingkat waktu tempuh, Zainal berjanji akan membangun tol ke Berau asal bergabung dengan Kaltara. Kemudian, gubernur juga menyampaikan perihal pembangunan Kawasan Industri Hijau Indoensia (KIHI) di Tanah Kuning – Mangkupadi.
Menurutnya, hal itu menjadi daya tarik lain, di mana Kaltara bukan hanya sebagai penyangga bagi Ibukota Negara (IKN) di Kaltim.
Letak Kaltara di ujung utara Indonesia berpotensi menjadikan Kaltara sebagai gerbang masuk ekspor impor negara-negera di Asia ke wilayah IKN tersebut. Belum lagi Kaltara punya potensi di sektor energi hingga pangan. “Tentu dengan segala potensi itu, bukan tidak mungkin Berau akan berkembang bersama Kaltara,” paparnya.
Namun hal itu tak terpisahkan dari faktor sejarah, di mana ada kedekatan kerajaan antara Bulungan dan Berau. “Biarkan berproses dan mengalir, tidak ada kesan buru-buru. Kami selalu membuka ruang agar Berau bergabung dengan Kaltara,” pungkas Zainal.
Editor: Aspian Nur