Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hardiyanto melalui Kasi Humas Polres Nunukan Iptu Siswati mengungkapkan, aksi pencabulan dilakukan di ruang kelas saat jam istirahat atau sekira pukul 13.00 WITA,
Terungkapnya pencabulan oleh WH saat korban dimandikan orangtuanya jam sembilan pagi hari Kamis (17/11/2022).
Usai mandi dan ingin dipakaikan baju, korban langsung mengeluh kesakitan pada kemaluannya. Saat ditanya penyebabnya, si anak enggan menjelaskan. "Saat melihat kemaluan anaknya, orangtuanya itu terkejut karena ada pembekakan di dekat kemaluan. Dari situ anaknya cerita itu perbuatan guru agamanya," ungkapnya.
WH melakukan aksinya itu di dalam kelas saat jam istirahat belajar dimana pintu kelas dikunci. Mendengar pengakuan anaknya, orangtuanya marah dan melaporkan oknum tersebut ke Polsek Nunukan.
Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan membawa korban ke RSUD Nunukan untuk divisum. "Keterangan dokter ada luka lecet dan bengkak di kemaluan korban, namun selaput dara masih utuh. Lalu kami lakukan pemeriksaan terhadap korban dengan pendampingan pelapor serta dari Dinas Sosial bidang Perlindungan Anak," bebernya.
Polisi pun berhasil menangkap WH yang saat dilakukan pemeriksaan menunjukkan perilaku yang aneh dengan tidak dapat menjawab setiap pertanyaan dengan sempurna dan terkesan ngelantur.
"Nah, dari keterangan saksi lain, yakni Kepsek dan guru SD lainnya, ternyata sudah beberapa tahun terakhir pelaku memang menunjukkan perilaku yang aneh," ungkapnya.
Perilaku anehnya pun sudah pernah disampaikan kepsek kepada pengawas guru, namun kurang direspons sehingga sampai saat ini pelaku masih mengajar. "Keanehan perilaku dugaan pelaku selama di sekolah muncul beberapa tahun yang lalu usai pelaku mengalami masalah rumah tangga," papar Siswati
Dari pengakuan saksi lain yang merupakan guru di SD tersebut, dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh WH sebelumnya sudah pernah terjadi dan telah ditindaklanjuti. "Bulan Oktober 2022 lalu, seorang murid perempuan mengeluhkan juga telah di raba-raba dan dipegang pahanya oleh pelaku, kejadian tersebut terjadi pada saat jam mata pelajaran agama berlangsung," ujarnya.
Saat itu WH sempat dipanggil oleh kepala sekolah, namun jawabannya juga tidak nyambung dan ngelantur.
Hal tersebut lembali dilaporkan kepsek kepada pengawas guru, namun juga tidak ada tindakan apapun terhadap WH.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi lain untuk menambah alat bukti dalam pemenuhan unsur pidana pasal yang dipersangkakan.
Editor: Aspian Nur