“Pertumbuhan kredit ini didukung dengan kualitas kredit yang membaik dengan NPL Gross di level 0,84 persen, masih jauh dibawah ambang batas 5 persen yang ditetapkan Bank Indonesia,” kata Tedy dilansir dari Korankaltara.com Jumat (4/11/2022) hari ini.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di bank pada bulan September 2022 tumbuh sebesar 14,47 persen, meningkat dari periode sebelumnya 12,38 persen. “Total nominal DPK yang dihimpun sebesar Rp16,14 triliun, lebih tinggi daripada bulan sebelumnya sebesar Rp15,44 triliun,” jelasnya.
Kondisi tersebut disebabkan oleh komponen giro dan deposito yang meningkat masing-masing sebesar 46,37 persen dan 4,99 persen. Di sisi lain, komponen tabungan mengalami perlambatan menjadi 9,29 persen dari periode sebelumnya yang sebesar 12,48 persen.
“Dengan demikian, Loan to Deposit Ratio (rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga) perbankan Kalimantan Utara pada September 2022 mencapai 88,23 persen. Capaian LDR ini mengindikasikan terjadinya intermediasi dana yang dikumpulkan perbankan melalui nasabahnya kepada sektor riil,” paparnya.
Lebih detail, peningkatan pertumbuhan kredit didukung oleh semua jenis penggunaan, yaitu Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK) yang pada bulan laporan tumbuh positif.
KMK tumbuh double digit sebesar 15,77 PERSEN dengan total outstanding kredit sebesar Rp4,86 Triliun. Kemudian, KI mengalami peningkatan positif sebesar 2,39 persen, setelah pada periode sebelumnya mengalami kontraksi 2,47 persen. Sedangkan KK tumbuh sebesar 4,72 persen dengan nominal Rp5,19 Triliun.
“Pertumbuhan positif pada seluruh jenis penggunaan kredit/pembiayaan tersebut memberikan sinyal positif pada prospek ekonomi Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2022,” kata Tedy.
Secara sektoral, tiga sektor Lapangan Usaha yang memiliki andil terbesar pertumbuhan kredit secara tahunan yaitu LU Pertanian dan Kehutanan sebesar 29,29 persen, Perdagangan Besar & Eceran sebesar 18,69 persen dan Industri Pengolahan sebesar 3,06 persen.
“Sektor-sektor tersebut mencatatkan performa yang baik sejalan dengan semakin membaiknya permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor,” tutup Tedy.
Editor: Aspian Nur