Wakil Komandan Lantamal XIII Tarakan Kolonel Marinir David Candra Viasco menjelaskan hal ini di Mako Lantamal XIII Tarakan Mamburungan. “Kecelakaan terjadi karena adanya kebocoran kapal. Setelah selama dua hari di laut, 9 ABK ini ditemukan oleh MV BW Paris dari Singapura, berdasarkan sharing informasi dari Singapura dan Pusat Komando Koarmatim II yang ada di Surabaya, kemudian informasi tersebut diolah. Oleh Panglima Koarmada II memerintahkan KRI Badik yang sedang melakukan operasi Balat Samudra 22, dibawah komando Guspurla II melakukan penyelamatan dan evakuasi, dari atas kapal berbendera Singapura tersebut,” papar David dilansir dari Korankaltara.com Sabtu (15/10/2022) hari ini.
Evakuasi dan penyelamatan berhasil dilakukan pada 13 Oktober lalu. Sebelum melakukan penjemputan, terlebih dahulu kedua kapal tersebut melakukan kesepakatan untuk membuat titik temu penyerahan 9 ABK yang sedang mengalami kecelakaan.
“Satu diantara ABK itu tidak sadarkan diri, sedangkan yang lainnya masih bisa diajak berkomunikasi. Yang tidak sadarkan diri ini karena dehidrasi setelah terapung di laut selama dua hari. KLM Karya Sejati ini mengangkut sembako dari Palu tapi menuju kemana kami belum terkonfirmasi. Yang jelas kapal tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam,” ungkapnya.
Pada Jumat Pukul 09.30 waktu setempat, KRI Badik sampai di Dermaga I Pelabuhan Tolitoli untuk diserahkan ke keluarga. Tetapi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 9 ABK tersebut dan semua dinyatakan sehat.
Editor: Aspian Nur