Zainal berharap seiring bertambahnya usia dapat saling hidup guyub dan rukun, tanpa memandang perbedaan antara suku. Dirinya terkesan melihat Pakuwaja yang ada di Sebatik tetap solid. Menurutnya, bagi sebuah organiasasi usia 20 tahun bukanlah usia yang muda.
“Ini tentu tak mudah, organisasi dapat tumbuh sampai dengan hari ini. Ini bentuk kesatuan dari persaudaraan dan kebersamaan seluruh anggota Pakuwaja Sebatik, termasuk juga dukungan masyarakat sekitar,” kata Zainal Paliwang dilansir dari laman Antaranews.com Senin (19/9/2022) hari ini.
Diyakini Zainal, organisasi ini dapat tumbuh dan terus berkembang, memberikan pedoman kepada para generasi muda penerus bangsa dan sebagai wujud tolensi. “Saya yakin organisasi ini dapat terus tumbuh dan berkembang. Meski buka suku mayoritas di Kaltara, tetapi warga Jawa bisa membuktikan dapat hidup rukun dan gotong-royong,” tegasnya.
Zainal mengapresiasi Pakuwaja Sebatik yang telah menampilkan berbagai pentas seni, yang mana ini merupakan bentuk pelestarian budaya leluhur bangsa. “Hal ini sangat baik, karena di manapun kita berada tidak boleh lupa pada akar budaya leluhur. Di mana Bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ucap Zainal.
Zainal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa baik di Sebatik dan di seluruh Kaltara yang telah menjadi mitra pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan di segala bidang.
“Selagi lagi, saya mengucapkan selamat semoga organisasi ini dapat terus solid. Selamat juga atas Pendopo Pakuwaja yang telah berdiri sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa di Provinsi Kaltara,” pungkas Zainal.
Bupati Nunukan yang diwakili oleh Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Dian Kusumanto hadir pada kegiatan ini termasuk anggota DPRD Kaltara, Anggota DPRD Nunukan, unsur Forkopimda Nunukan, Ketua Pakuwaja Kaltara, Ketua Pakuwaja Nunukan, Ketua Pakuwaja Sebatik, Tokoh Agama dan Masyarakat serta Ketua Paguyuban yang ada di Kaltara.
Editor: Aspian Nur