Bantuan sapi kurban berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sudah sekitar 50 persen OPD yang siap menyumbang. “Kami masih konfirmasi ke OPD lagi, sekarang baru 50 persen yang mengiyakan,” ujarnya.
Bantuan sapi kurban juga berasal dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kaltara. Nantinya diperuntukkan sebagai sapi gubernur yang mendampingi bantuan sapi kurban Presiden RI.
Biro Kesra tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk bantuan sapi kurban. Namun instansi ini dipastikan memberi bantuan satu ekor sapi.
Rosyid belum mendapat gambaran total estimasi bantuan sapi kurban ke depan mengingat melonjaknya harga sapi akibat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.
“Kami tidak berani target karena ada PMK ini, sapi luar tidak boleh masuk. Jadi harga sapi local melambung,” ungkapnya.
Untuk bantuan sapi kurban dari presiden dan gubernur ditempatkan di Masjid Al Amin Kota Tarakan.
Bobot sapi kurban presiden berkisar 1 ton, sedangkan sapi kurban gubernur 800 kilogram. Adapun sapi dari setiap OPD menyesuaikan kemampuan anggaran masing-masing.
“Harga sapi dari presiden infonya Rp85 juta, itu dari APBN. Kalau sapi dari gubernur harganya di bawah itu,” ungkap Rosyid.
Penempatan seluruh sapi kurban dari pemprov mengikuti arahan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Rosyid dalam waktu dekat akan melaporkan terlebih dahulu jumlah perolehan sapi yang ada.
Editor: Aspian Nur