Melalui peresmian Koperasi Multi Pihak (KMP) Kaltara Di Hati diharapkan gerakan penggunaan produk lokal tidak hanya bersinar di dalam negeri namun mampu bersaing di mancanegara dengan meningkatkan dan mempertahankan standar mutu kualitas. Dengan begitu akan berdampak pada nilai jual rumput laut.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang pun menyambut gembira dibentuknya KMP Kaltara Di Hati yang berkecimpung pada usaha rumput laut tersebut. Menurutnya, kelompok anggota dalam KMP memiliki hak suara, berbeda dengan koperasi konvensional.
“Jadi kekhasan KMP terletak pada pengelompokan keanggotaannya. Pengelompokan ini berbeda dengan dengan di koperasi konvensional, yang mana biasanya pengelompokan dilakukan berdasar teritori atau pertimbangan lain,” kata Zainal dilansir dari Antaranews.com Jumat (17/6/2022) hari ini.
Berdirinya KMP Kaltara Di Hati diharapkan dapat mempercepat proses ekspor, tidak perlu lagi melalui kota lain seperti Makassar atau Surabaya, langsung dari Bumi Benuanta menuju negara yang dituju.
“Karena beberapa komoditas unggulan perikanan dan kelautan dimana salah satunya ialah rumput laut harus dilintasi terlebih dahulu melewati kota lain diluar Kaltara sebelum diekspor,” papar Zainal.
Sebagai informasi, pada tahun 2021 total produksi rumput laut di Kaltara mencapai 627.875,45 ton dari luas budi daya rumput laut 9.662,22 hektare. Angka ini merupakan bukti potensi besar rumput laut di Kaltara.
Setelah ini, nantinya hasil panen rumput laut di Kaltara yang akan diekspor akan memiliki merk dagang. Jadi calon pembeli ataupun pihak lain akan mengetahui rumput laut tersebut berasal dari Kaltara mengingat rumput laut dari Kaltara merupakan rumput laut terbaik di Indonesia.
Editor: Aspian Nur