Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria mengatakan, Kecamatan Krayan termasuk dalam kategori wilayah yang memiliki akses sangat terbatas untuk pengantaran produk.
“Saat ini sedang terjadi kerusakan terhadap pesawat Air Tractor milik PT Pelita Air Service yang digunakan untuk mengangkut pasokan BBM ke Krayan,” jelas Satria dilansir dari laman Korankaltara.com Kamis (16/6/2022) hari ini.
Sembari menunggu perbaikan maskapai pesawat oleh Pelita Air Service, sejak 1 Juni dua pekan lalu Pertamina mengalihkan proses pengiriman BBM melalui pesawat jenis Smart Aviation C-208, dengan kapasitas 1400 Liter.
“Per harinya dapat dilakukan tiga hingga empat kali pengiriman pasokan, tergantung dari kondisi cuaca,” jelas Satria.
Satria juga menambahkan tidak ada pengurangan sama sekali untuk pasokan di wilayah Kecamatan Krayan. Pihaknya terus mengupayakan pengiriman BBM ke Krayan bisa dilakukan tanpa ada kendala dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan dan berharap agar infrastruktur jalur darat menuju krayan dapat segera terselesaikan.
Dengan terbukanya akses darat nantinya, bisa menjadi alternatif penyaluran bahan bakar agar pasokan lebih terjamin. “Tapi kami pastikan, tidak ada sama sekali pengurangan yang dilakukan untuk di Kecamatan Krayan, BBM tetap dikirimkan setiap hari,” paparnya.
Untuk pasokan BBM ke Kecamatan Krayan saat ini, dari total pengiriman sejak 1 Juni hingga 14 Juni sudah mencapai 47.200 liter dengan komposisi 24.400 liter Biosolar dan 22.800 liter Pertalite.
“Memang untuk Penerbangan ke Krayan ditentukan oleh cuaca juga yang sering cepat berubah, seperti contohnya hari ini (kemarin red). Semula akan dikirim pagi, namun karena cuaca hujan maka terpaksa diundur beberapa jam untuk menunggu reda dan bersahabat,” pungkas Satria.
Editor: Aspian Nur