Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, angka stunting sesuai data tersebut cukup baik untuk Bulungan. Hal ini tidak terlepas dari usaha pencegahan stunting yang sudah dilakukan beberapa tahun lalu.
“Sebenarnya domain untuk stunting ada di Bappeda Litbang Bulungan, dalam pencegahannya dibagi berbagai klaster. Ada klaster pendidikan dan klaster kesehatan, klaster pertanian, sosial dan banyak lagi lainnya,” jelas Imam dilansir dari Korankaltara.com Jumat (2/6/2022) hari ini.
Menurutnya, dulu pencegahan sebagian besar diakuinya berada di Dinas Kesehatan, namun dengan perkembangan yang ada saat ini, sudah dibagi sesuai tupoksi masing-masing. “Ada istilah siapa berbuat apa. Dalam pencegahan kami juga melakukan rembug stunting di tingkat kabupaten, hingga kecamatan dan desa, itu melibatkan semua pihak,” papar Imam.
Di Bulungan, saat ini wilayah Sekatak masih jadi perhatian terkait pencegahan stuntingnya. Menurutnya, pernikahan dini menjadi satu hal yang masih perlu antisipasi. “Ada beberapa kecamatan lain, tetapi Sekatak yang masih tinggi. Disana masih ada pernikahan dini dan itu memang kondisi adat istiadat di sana, tapi ini dari Kemenag juga sudah mengantisipasi pernikahan dini itu,” jelas Yusuf.
Di Sekatak anak umur 12 dan 14 tahun ada yang sudah menikah. Hal itu menjadikan perencanaan keluarga yang keliru karenanya ke depan harus adanya pendampingan dari pemerintah untuk mencegah itu.
“Khususnya dari segi kesehatan, kami melakukan pendampingan pranikahpranikah bagi Calon pengantin. Kami periksa misal penyakit menular dan lainnya, pastinya bidang kesehatan kita yang dampingi,” tutup Imam.
Editor: Aspian Nur